Jakarta, GPriority.co.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatat realisasi investasi pada Semester I 2026 mencapai Rp173,6 triliun atau tumbuh 23,30 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Nilai tersebut berkontribusi 17,20 persen terhadap total investasi nasional, sehingga Jakarta tetap menjadi daerah dengan realisasi investasi terbesar di Indonesia.
Dalam konferensi pers Jakarta Budget Talks di Pendopo Balai Kota Jakarta, Rabu (22/7), Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Pertumbuhan ekonomi harus dirasakan masyarakat. Karena itu, kami terus memperkuat konektivitas melalui transportasi publik, menghadirkan berbagai kegiatan yang menggerakkan ekonomi, sekaligus menjaga stabilitas harga agar daya beli masyarakat tetap terpelihara,” ujar Pramono.
Untuk menjaga capaian tersebut, Pemprov DKI Jakarta terus memperbaiki iklim usaha melalui pendampingan kepada pelaku usaha, fasilitasi peluang investasi baru, serta pengembangan investasi hijau.
Salah satu proyek yang terus dipercepat adalah Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Proyek tersebut menjadi bagian dari upaya mengatasi persoalan sampah sekaligus mengembangkan infrastruktur perkotaan yang lebih berkelanjutan.
Pramono juga menegaskan bahwa pembangunan ekonomi harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat dan terbukanya kesempatan kerja.
“Kami ingin memastikan pembangunan Jakarta berlangsung secara inklusif. Pertumbuhan ekonomi harus berjalan seiring dengan terbukanya lapangan kerja, meningkatnya kualitas layanan publik, dan terjaganya kesejahteraan seluruh warga,” tegasnya.
Sebagai penopang iklim investasi, perekonomian Jakarta pada Triwulan I 2026 tumbuh 5,59 persen secara tahunan (year on year/yoy), didorong konsumsi masyarakat, aktivitas dunia usaha, dan optimisme pelaku ekonomi. Sektor perdagangan menjadi kontributor terbesar pertumbuhan ekonomi, diikuti jasa keuangan dan industri pengolahan.
Selain itu, inflasi Jakarta pada Juni 2026 tercatat 2,78 persen secara tahunan, lebih rendah dibandingkan inflasi nasional dan masih berada dalam rentang sasaran nasional. Di sisi lain, Indeks Keyakinan Konsumen berada di level 144,4, sedangkan penjualan riil meningkat 8,90 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Reportase : Dimas A. Putra
Foto : Istimewa
