Jakarta, GPriority.co.id – Investor asal China hingga Jerman tertarik mengembangkan industri furnitur berbahan dasar bambu petung yang ada di Indonesia. Menurut investor, bambu petung memiliki potensi sebagai bahan baku furnitur.
“Beberapa hari yang lalu, kami memfasilitasi calon investor yang berasal dari Eropa, Jerman, dan China yang ingin mengembangkan industri bambu di Indonesia sebagai bahan baku,” ujar Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza di pameran IFEX 2025, JIExpo, Kemayoran, Jakarta pada Kamis (6/3).
Faisol mengatakan, calon investor tersebut tertarik dengan kualitas dan kekuatan bambu yang dianggap lebih unggul dibandingkan dengan bambu yang ada di China. Kata dia, calon investor tersebut telah melihat lebih dari 9 juta batang bambu yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku furnitur.
“Ada lebih dari 9 juta batang bambu di Indonesia yang merupakan bahan baku yang dilihat oleh mereka, lebih bagus dari bahan baku bambu yang ada di China,” tuturnya.
Faisol mengungkapkan bahwa para calon investor asal Eropa dan Jerman menilai kekuatan bambu petung bisa menjadi bahan alternatif pengganti kayu, karena begitu padat sehingga alat untuk pengolah bambu yang mereka telah kembangkan di China harus disesuaikan (adjust) kembali agar sesuai dengan kekuatan bambu yang ada di Indonesia.
“Bambu petung, itu salah satu bambu yang dianggap bambu paling kuat untuk jadi bahan baku pengganti bahan baku kayu,” jelasnya.
Lebih lanjut, bambu petung dinilai sebagai jenis bambu dengan kekuatan tinggi, menjadikannya pilihan ideal untuk menggantikan kayu. Hal ini penting karena keberlanjutan pasokan kayu di Indonesia semakin terbatas, sehingga bahan alternatif harus dikembangkan.
“Ini penting sekali karena makin lama kayu di Indonesia juga makin habis jadi tentu alternatif bahan baku harus dicari,” tuturnya.
Faisol juga menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk menciptakan iklim usaha kondusif, memfasilitasi setiap investor demi peningkatan investasi di tanah air.
Kendati demikian, ketika ditemui awak media seusai membuka kegiatan IFEX 2025, Faisol belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai rencana investasi tersebut.
“Sabar, pelan-pelan,” ujar Faisol singkat ketika awak media bertanya tentang nilai investasi yang direncanakan.
Foto: GPriority/Dimas A Putra
