Jakarta, GPriority.co.id – Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) menargetkan nilai transaksi sebesar Rp38 triliun dalam pelaksanaan Indonesia Shopping Festival (ISF) 2026 yang akan berlangsung pada 7–23 Agustus 2026. Target tersebut meningkat dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp25 triliun.
Ketua Umum APPBI, Alphonzus Widjaja, mengatakan ISF diharapkan terus berkembang dan memberikan kontribusi yang semakin besar terhadap perdagangan dalam negeri serta pertumbuhan ekonomi Indonesia.
“Pertama, kembali lagi, saya kira ISF ini memang kami harap terus bisa berkembang. Tentunya dari sisi APPBI dan teman-teman peritel, Aprindo dan Hippindo, tetapi juga diharapkan bisa berkontribusi lebih besar terhadap perdagangan dalam negeri,” ujar Alphonzus dalam agenda Konferensi Pers pelaksanaan ISF 2026 bersama Kamar Dagang dan Industri (KADIN), Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI), dan APPBI di Auditorium Kementerian Perdagangan, Kamis (30/7).
Menurutnya, APPBI terus meminta dukungan dari Kementerian Perdagangan, khususnya Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, agar penyelenggaraan festival belanja tersebut mampu memberikan dampak lebih luas bagi perekonomian.
“Karena seperti tadi, semakin kontribusinya semakin besar, saya kira akan ikut membantu, bukan menstabilkan, tapi malah meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Jadi, saya kira itu yang kami harapkan,” katanya.
Alphonzus menambahkan, APPBI juga berkoordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Pariwisata. Sinergi lintas kementerian tersebut ditujukan untuk memperkuat kontribusi ISF terhadap sektor perdagangan dalam negeri sekaligus mendorong aktivitas pariwisata.
“Tujuannya adalah untuk semakin memberikan kontribusi terhadap perdagangan dalam negeri dan juga pariwisata. Saya kira itu tujuan utama. Setiap tahun kami ingin ISF ini semakin berkontribusi,” ujarnya.
Untuk mencapai target transaksi Rp38 triliun, APPBI menyiapkan sejumlah strategi. Salah satunya dengan menambah hadiah bagi pengunjung serta memperpanjang masa penyelenggaraan dari 11 hari pada tahun sebelumnya menjadi 17 hari pada 2026.
“Strategi khususnya tadi yang saya sampaikan bahwa pertama adalah dengan menambahkan hadiah-hadiah tadi. Jadi, itu adalah untuk memastikan bahwa masyarakat betul-betul tertarik untuk berbelanja,” kata Alphonzus.
Selain program diskon dan promosi belanja, ISF 2026 juga akan menghadirkan kegiatan kuliner, hiburan, serta berbagai perlombaan yang berkaitan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Program-program acaranya bukan hanya sekadar program promo belanja, tetapi juga ada kuliner, kemudian acara hiburan-hiburan, perlombaan-perlombaan yang terkait dengan kemerdekaan Republik Indonesia,” tuturnya.
ISF 2026 akan melibatkan 407 pusat perbelanjaan di berbagai daerah. Skala penyelenggaraan yang masif tersebut membuat APPBI optimistis target transaksi Rp38 triliun dapat tercapai.
Program belanja nasional sebelumnya juga menunjukkan peran pusat perbelanjaan dalam mendorong konsumsi masyarakat dan perputaran ekonomi.
