Jakarta, GPriority.co.id – Komnas Perempuan mengapresiasi kehadiran modul KBB (beragama dan berkeyakinan) yang diluncurkan oleh Sekber Koalisi KBB.
Diungkapkan oleh Wakil Ketua Komnas Perempuan Dahlia Madanih pada Senin (17/11) di Gedung Komnas Perempuan, menurutnya modul KBB ini mampu menjawab berbagai macam pertanyaan terkait isu kebebasan beragama dan berkeyakinan selama ini.
“Buku ini bisa menjadi alat juang yang gratis, yang sebetulnya mahal sekali. Kalau teman-teman beli buku atau mencari literatur di buku maupun website itu harus banyak mengumpulkan dan baca. Tapi ini dihadirkan dalam satu buku yang menjawab banyak pertanyaan,” ungkapnya.
Sebelum peluncuran modul KBB, pada bulan Oktober lalu, Komnas Perempuan sempat melakukan audiensi dengan Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) guna membahas persoalan KBB, termasuk hambatan pendirian rumah ibadah yang masih dialami sejumlah komunitas di Jakarta.
Saat itu Dahlia yang mewakili Komnas Perempuan menyampaikan berbagai upaya yang telah dilakukan pada kasus-kasus intoleransi dari hasil dokumentasi dan laporan pengaduan yang dikumpulkan.
Di tahun 2025 ditemukan sebanyak delapan kasus hambatan beribadah yang berdampak langsung terhadap perempuan. Bukan hanya membatasi ruang ibadah, hambatan ini juga menimbulkan trauma berkepanjangan yang kemudian mempengaruhi aspek kehidupan sosial, ekonomi, serta psikologis.
Komnas Perempuan turut mendokumentasikan praktik pemulihan berbasis komunitas yang dilakukan jemaat untuk mengatasi trauma dari hambatan tersebut. Praktik tersebut dilakukan oleh tujuh komunitas dari berbagai komunitas agama.
Hingga saat ini Komnas Perempuan menyerukan pentingnya peran lembaga keagamaan dalam membangun kohesi sosial antar umat beragama yang terkena dampak dari kasus pelanggaran sumber daya alam, tata ruang, hingga agraria.
