Penulis: Aflaha Rizal Bahtiar | Editor: Dimas | Foto: Aljazeera.com
Jakarta, GPriority.co.id— Konflik pertempuran pasukan Israel dengan kelompok Hamas Palestina telah menyebabkan ratusan orang tewas setelah serangan mendadak terhadap Israel.
Pada Minggu (8/10) kemarin, melansir dari Aljazeera.com, baku tembak terus berlanjut antara pasukan Israel dan Palestina di Ashkelon dan beberapa wilayah di Israel Selatan.
Serangan ini juga terjadi pada saat jet-jet Israel menghancurkan sebuah gedung Bank Nasional Islam Palestina (Palestinian Islamic National Bank).
Selain itu, warga Palestina di Gaza dilaporkan telah menerima pesan dari ponsel mereka dari otoritas Israel, terutama yang tinggal di dekat timur Gaza untuk segera mengungsi dan pindah ke wilayah yang lebih sentral.
Sebelumnya, serangan kelompok Hamas pada hari Sabtu (7/10) merpakan serangan terbesar dan paling mematikan ke Israel sejak Mesir dan Suriah melancarkan serangan dalam upaya merebut kembali wilayah yang hilang 50 tahun lalu.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan telah menjanjikan “Balas dendam yang besar”.
Adakan konsultasi darurat tertutup oleh PBB
Dewan Keamanan PBB (The United Nation Security Council) akan mengadakan konsultasi darurat tertutup pada hari Minggu mengenai meningkatnya kekerasan. Dalam pertemuan itu, pertama kalinya diprakarsai oleh Malta dengan dukungan Uni Emiirat Arab dan Brazil.
Dari Tiongkok mengatakan, pihaknya sangat prihatin dengan meningkatnya kekerasan antara Israel dan Palestina pada akhir pekan lalu, dan mendesak semua pihak untuk bersikap tenang.
Menurut Kementerian Luar Negeri Mesir, Mesir sedang melakukan pembicaraan dengan Arab Saudi dan Yordania untuk meredakan ketegangan perang antara Palestina dan Israel.
