Jokowi Minta Harga Pangan Dijaga

Jakarta,gpriority-Dampak dari Covid-19, Food and Agriculture Organization (FAO) memprediksi bahwa dunia akan mengalami krisis pangan termasuk Indonesia. Selain Covid-19, musim kemarau panjang yang  menimpa 30 %  wilayah Indonesia seperti prediksi BMKG  juga akan membuat Indonesia mengalami kiris pangan di tahun 2020.

“ Saya mengumpulkan para menteri untuk melakukan mitigasi dan cara pencegahannya sehingga stabilitas harga bahan  pangan tidak terganggu,”ucap Jokowi dalam rapat terbatas secara virtual bersama para menteri terkait antisipasi dampak kekeringan terhadap ketersediaaan bahan pokok yang disiarkan langsung melalui kanal youtube setkab pada Selasa (5/5).

Jokowi juga mengatakan ada beberapa hal yang ingin beliau tekankan, yang pertama ketersediaan air di daerah sentra-sentra produksi pertanian. Menurut Jokowi, ketersediaaan air di sentra produksi pertanian menjadi kunci mengatasi kekeringan yang akan terjadi di sebagian wilayah Indonesia.

Untuk itulah Jokowi meminta kepada jajarannya untuk menyiapkannya dari sekarang  dengan membuat penyimpanan air hujan, memenuhi danau, waduk, embung dan penympanan air buatan lainnya.

Kedua percepatan musim tanam. “ curah hujan yang terjadi pada saat ini harus kita manfaatkan,” jelas Jokowi.

Jokowi juga mengatakan bahwa kementerian terkait harus memastikan petani tetap produksi dan bercocok tanam sesuai dengan protokol kesehatan. “ Oleh sebab itu ketersediaan sarana produksi pertanian baik yang berkaitan dengan bibit pupuk harus tetap ada dengan harga yang terjangkau,” ucap Jokowi.

Jokowi juga mengatakan bahwa kemarin juga telah dibicarakan mengenai stimulus ekonomi petani yang harus dipertajam lagi.

Ketiga menurut Jokowi adalah pengelolaan manajamen stok untuk kebutuhan pokok. Untuk itulah Jokowi meminta hitung-hitungan harus detail. Jokowi juga meminta kepada Bulog untuk membeli gabah dari petani sehingga harga di petani menjadi lebih baik.(Hs.Foto.Setkab)

Related posts