Jubir Kemlu RI Beri Sinyal Hubungan Indonesia-AS Dalam Keadaan Baik

Jubir Kemlu RI Beri Sinyal Hubungan Indonesia-AS Dalam Keadaan Baik Jubir Kemlu RI Beri Sinyal Hubungan Indonesia-AS Dalam Keadaan Baik

Jakarta, GPriority.co.id – Ditengah situasi perang dagang Amerika Serikat dengan beberapa negara dunia usai dikeluarkannya kebijakan tarif Presiden Donald Trump, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rolliansyah Soemirat, memberi sinyal jika hubungan Indonesia dengan AS saat ini dalam keadaan baik.

Melalui agenda pers Briefing pada Kamis (24/4) di Kementerian Luar Negeri RI, pria yang akrab disapa Roy itu menuturkan jika Menlu RI Sugiono dengan Menlu AS Marco Rubio, mengadakan pertemuan strategis, sebelum adanya proses negosiasi pemerintah Indonesia dengan AS.

“Kedua Menteri Luar Negeri menyepakati bahwa pertemuan kemarin itu merupakan pertemuan yang sangat strategis untuk kedua negara terkait dengan pentingnya memperkuat hubungan antar dua negara (Indonesia-AS),” ujar Roy.

Sebagai informasi, sebelumnya pada 2 Desember 2024, Indonesia-AS merayakan 75 tahun hubungan diplomatik. Oleh karena itu Roy mengatakan, saat ini hubungan Indonesia-AS tak bermasalah, meski kebijakan tarif Trump banyak diprotes oleh negara-negara lain.

Adapun beberapa poin penting yang disampaikan dalam pertemuan tersebut diantaranya komitmen untuk memperkuat kerjasama, terutama di bidang investasi dan perdagangan.

“Memang pada pertemuan 16 April tersebut diantara kedua Menlu dilakukan sehari sebelum pertemuan dari tim yang dikirimkan oleh Bapak Menko bernegosiasi. Bahwa bagaimanapun, ada track-track yang sudah disepakati oleh kedua negara,” ucap Roy.

Indonesia Lakukan Negosiasi Dengan AS

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengonfirmasi jika sejumlah menteri kabinet pemerintahan Presiden Prabowo berangkat ke AS pada 16-23 April 2025, dan melakukan proses negosiasi. Indonesia telah menyiapkan 2 strategi negosiasi dengan AS, soal kebijakan tarif impor tersebut.

Salah satu langkah yang akan diambil pemerintah Indonesia dalam proses negosiasi tersebut adalah menyiapkan dana sebesar USD 18-19 miliar (Rp 319,33 triliun), untuk membeli produk-produk asal AS. Hal ini diambil untuk menekan defisit perdagangan AS terhadap Indonesia.

Langkah kedua yaitu Indonesia akan mendorong investasi Indonesia di AS. Dalam hal ini, perusahaan nasional akan menanamkan modal langsung di AS. Namun, Airlangga menekankan jika dirinya belum bisa membeberkan nama-nama perusahaan yang akan berinvestasi, karena masih menunggu hasil pertemuan dengan pemerintah AS.

Editor: Novita Intan

Foto : GPriority/Nisrina Virgie