Kapolres Jakpus Ungkap Perkembangan Penyelidikan Kebakaran Gedung yang Tewaskan 22 Orang

Kondisi kantor Terra Drone usai insiden kebakaran pada Selasa (9/12) /Foto Fifi Abdurahman Kondisi kantor Terra Drone usai insiden kebakaran pada Selasa (9/12) /Foto Fifi Abdurahman

Jakarta, GPriority.co.id – Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo, mengungkapkan perkembangan penyelidikan terkait insiden kebakaran di Kantor Terra Drone, Jalan Letjen Suprapto Nomor 2–3, Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Selasa (9/12).

Ia menjelaskan, hingga saat ini penyidik telah memeriksa tujuh saksi, terdiri dari enam karyawan perusahaan dan satu warga sekitar. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kemungkinan adanya unsur pidana, termasuk dugaan kelalaian perusahaan.

“Namun demikian, sebagai informasi awal, bahwa pemilik gedung dan pemilik usaha adalah dua orang yang berbeda. Nah, kami akan mendalami informasi dari lingkungan sudah berapa lama beroperasi, informasi dari perusahaan untuk berapa lama beroperasi, tentunya ini menjadi bagian,” kata Susatyo di lokasi kejadian, Rabu (10/12).

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo, ungkap perkembangan penyelidikan terkait insiden kebakaran di Kantor Terra Drone/Foto Fifi Abdurahman
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo, ungkap perkembangan penyelidikan terkait insiden kebakaran di Kantor Terra Drone/Foto Fifi Abdurahman

Ia menambahkan, hari ini pihak manajemen juga akan diperiksa, terutama terkait perhitungan risiko usaha dan kesiapan alat pemadam, termasuk kecukupannya untuk memadamkan kebakaran yang melibatkan baterai.

Dalam waktu dekat, kepolisian akan menggelar perkara untuk memastikan penyebab pasti kebakaran tersebut.

“Untuk saat ini, kami mohon waktunya untuk kami bisa terus mengumpulkan bukti-bukti ataupun alat bukti lainnya. Dan semua masih bekerja, dan Bapak Kapolri, Bapak Kapolda juga sangat serius untuk menangani peristiwa ini,” tuturnya.

Terkait korban, Susatyo menyebut proses identifikasi lanjutan telah dilakukan di Rumah Sakit Polri.

“Dan saat ini juga di Rumah Sakit Polri sudah dilakukan proses identifikasi lanjutan. Tadi malam, baru sampai tiga, dan hari ini terus dilanjutkan, dan beberapa juga sudah mulai dibawa oleh pihak keluarganya,” pungkasnya.

Berdasarkan informasi terbaru, sebanyak 22 korban meninggal dunia telah dievakuasi, terdiri dari 15 perempuan dan 7 laki-laki. Seluruhnya telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati. Petugas juga berhasil menyelamatkan 19 orang dari lantai tujuh, dengan proses evakuasi yang dilakukan secara hati-hati demi keselamatan seluruh personel.