Influencer Buka Donasi Bencana, Mensos: Sebaiknya Izin Dulu

Influencer Buka Donasi Bencana, Mensos: Sebaiknya Izin Dulu/Foto : Dok. Humas Kemensos Influencer Buka Donasi Bencana, Mensos: Sebaiknya Izin Dulu/Foto : Dok. Humas Kemensos

Jakarta, GPriority.co.id – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, menanggapi maraknya aksi donasi dari artis hingga influencer yang menghimpun dana hingga miliaran rupiah.

Ia mengingatkan, setiap penggalangan dana untuk membantu korban banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat, harus mengikuti peraturan perizinan.

“Tetapi sebaiknya kalau menurut ketentuan itu izin dulu. Ya izinnya bisa dari kabupaten, kota, atau juga dari Kementerian Sosial. Kalau di atas Rp500 juta ya harus menggunakan auditor,” tegas Gus Ipul.

Gus Ipul menekankan, izin diberikan oleh pemerintah daerah maupun Kemensos dan tergantung cakupan penggalangan dananya. Ia menyebut, prosesnya juga sangat mudah sekaligus menegaskan, segala macam bentuk penggalangan dana tingkat nasional wajib mengajukan izin kepada Kemensos.

Selain terkait perizinan, Gus Ipul juga mengingatkan pentingya pelaporan penggunaan dana secara transparan. Ia menyebut, untuk donasi dengan nominal di atas Rp500 juta harus melibatkan auditor bersertifikat. Sementara jika nominal di bawah angka tersebut, cukup menggunakan audit internal. Kendati demikian, laporan harus tetap diserahkan ke Kemensos.

Menurutnya, laporan yang jelas menjadi bentuk pertanggungjawaban agar dana publik tidak disalahgunakan. Selain itu, siapa pun baik individu ata lembaga, bebas membuka donasi. Pemerintah pun turut memberikan apresiasi kepada setiap pihak yang telah berupaya membantu korban bencana.

Di sisi lain, terpantau di kolom komentar salah satu postingan di Instagramnya, warganet terlihat menumpahkan kekesalan kepada Gus Ipul. Banyak yang menilai jika dirinya terlalu mengusik warga yang ingin membantu para korban terdampak.

“Rakyat bantu rakyat aja diusik. Susah di korup soalnya,” tulis salah satu warganet.

“Apa yang di audit pak? orang penggalangan dana kok di audit. Ada juga kalian para pemerintah,” tulis warganet lainnya.

“Ketika ada bantuan bukannya dipermudah malah diperibet izinnya! ketika ada hal yang urgent tak seharusnya mengikuti SOP! Apalagi anda berlaga seakan-akan itu hal yang salah! ditengah huru-hara banjir di Sumatera yang anda lakukan malah ikut rapat PBNU?,” tegas seorang warganet yang menumpahkan kekesalannya.