Kapolri Tunjuk Artis dan Mantan Pecandu Jadi Duta Anti Narkoba

Kapolri Tunjuk Artis dan Mantan Pecandu Jadi Duta Anti Narkoba Kapolri Tunjuk Artis dan Mantan Pecandu Jadi Duta Anti Narkoba

Jakarta, GPriority.co.id – Kapolri dikabarkan akan menunjuk artis mantan pemakai narkoba juga para mantan pecandu, untuk menjadi duta anti narkoba.

Hal ini disampaikan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Dirinya memberikan izin kepada artis dan influencer yang pernah menjadi pengguna narkoba, sebagai duta anti narkoba.

“Kita akan mengaktifkan duta anti narkoba, utamanya kita rekrut dari influencer, dari artis yang pernah menjadi pengguna,” ujar Listyo.

Nantinya mereka akan diberi tugas untuk mengedukasi masyarakat tentang bahaya narkotika.

“Karena mereka pernah merasakan, kita harapkan beliau-beliau bisa menjadi duta anti-narkoba. Demikian juga dengan bekerjasama dengan influencer-influencer ternama yang lain,” tambahnya.

Menurut Listyo, langkah ini tidak hanya membantu menekan angka mengacu pada narkoba, tetapi juga dapat menyelamatkan hingga 10 juta orang dari ancaman zat terlarang tersebut.

“Tentunya ini semua adalah menjadi bagian yang harus terus kita kelola dengan meningkatkan sinergisitas untuk betul-betul bisa mengeksekusi,” katanya.

Selain itu, Polri juga fokus mengubah ‘kampung narkoba’ menjadi kampung bebas narkoba.

Saat ini, terdapat lebih dari 291 kampung narkoba di Indonesia, dengan 90 lokasi menjadi prioritas untuk dialihkan menjadi kawasan bebas narkoba sebagai bagian dari upaya besar pemberantasan narkotika.

Sinergi Dengan Berbagai Pihak

Lebih lanjut Kapolri menjelaskan, selain penegakan hukum, langkah preventif juga sangat penting untuk memberantas narkoba di tanah air.

Melalui edukasi dan kampanye masif, peran duta anti narkoba diharapkan mampu menjangkau berbagai kalangan, termasuk mereka yang rentan terhadap penyalahgunaan narkoba.

Sayangnya Kapolri Jenderal Sigit tak menjelaskan siapa saja nama-nama artis mantan pecandu narkoba yang akan direkrutnya.

Namun ia menyebut, program ini mendapat sambutan positif dari berbagai pihak sebagai upaya inovatif dalam menekan angka penyalahgunaan narkoba di Indonesia.

“Polisi juga terus bekerja sama dengan komunitas, lembaga pendidikan, dan organisasi sosial untuk memperluas jangkauan kampanye,” ungkap Listyo.

Foto : Istimewa