Jakarta, GPriority.co.id – Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol. Susatyo Purnomo Condro, mengungkapkan hasil visum dan pemeriksaan lab darah 22 korban tewas akibat kebakaran gedung Terra Drone di Kemayoran, Jakarta Pusat, yang terjadi pada Selasa (9/12) lalu.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol. Susatyo Purnomo Condro, memaparkan hasil visum dan pemeriksaan laboratorium terhadap 22 korban tewas dalam kebakaran gedung Terra Drone di Kemayoran, Jakarta Pusat, yang terjadi pada Selasa (9/12).
Susatyo menjelaskan bahwa hasil visum menunjukkan 15 dari 22 korban mengalami luka bakar derajat 1–2 pada sekitar 70 persen bagian tubuh.
Sementara itu, lanjut dia, 16 korban lainnya tercatat memiliki luka bakar yang mencapai sekitar 50 persen dari total luas permukaan tubuh.
“Hasil visum 15 dari 22 jenazah 70 persen luka bakar derajat 1-2, kemudian 16 dari 22 atau 75 persen memiliki luka bakar dengan luas bakar sekitar 50 persen dari total luas permukaan tubuh,” kata Susatyo dalam konferensi pers di Polres Jakarta Pusat, Jumat (12/12).
Selain luka bakar, kata Susatyo, hasil pemeriksaan laboratorium darah mengungkap adanya kandungan karbon monoksida (CO) pada tubuh para korban.
“Pemeriksaan lab darah ditemukan adanya kandungan karbon monoksida sehingga sebab mati diakibatkan adanya karbon monoksida dalam darah yang menyebabkan kekurangan oksigen atau asfiksia,” jelasnya.
Susatyo menambahkan bahwa seluruh jenazah telah berhasil diidentifikasi dan diserahkan kepada pihak keluarga.
“Dan 22 jenazah telah diidentifikasi dan diserahkan kepada pihak keluarga,” pungkasnya.
