Jakarta, GPriority.co.id – Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menjawab kabar terkait karyawan Shell yang terancam di PHK karena stok BBM kosong, sebagaimana dilansir dari ANTARA pada Kamis (18/9).
Bahlil menegaskan, pemerintah sudah memberi kuota impor BBM kepada SPBU swasta. Bahkan kuotanya naik 10 persen dibandingkan 2024. Ia pun menekankan, apabila pasokan masih kurang, maka SPBU swasta seperti Shell dapat berkolaborasi dengan pertamina. Hal ini guna memastikan ketersediaan stok BBM.
“Sebenarnya mereka (SPBU swasta) bisa melakukan kolaborasi dengan Pertamina (untuk mengatasi kelangkaan stok BBM). Kemarin saya sudah pimpin rapatnya, Pertamina dan Wamen saya juga sudah lapor,” jelas Bahlil.
“Tapi nanti saya akan mengecek perkembangan terakhir dari tim yang kemarin saya bentuk untuk mengatasi ini,” tambahnya.
Bahlil menilai, penyediaan energi menjadi hajat hidup bagi banyak orang dan tetap harus berada di bawah pengawasan negara. Kendati demikian, Bahlil menyebut jika pihaknya tak akan membuka tambahan impor BBM untuk SPBU swasta.
Di lain sisi, pihak Shell Indonesia mengatakan jika terdapat penyesuaian operasional imbas dari stok BBM yang kosong. Mulai dari pengurangan jam kerja, jumlah hari operasional, hingga merumahkan karyawan mereka.
Kendati demikian, Shell secara tegas mengatakan jika SPBU mereka sampai saat ini masih beroperasi meskipun dengan layanan yang terbatas seperti Shell V-Power, Diesel, Shell Recharge, bengkel, Shell Select, juga pelumnas.
“SPBU Shell tetap melayani para pelanggan dengan produk BBM yang masih tersedia dan layanan lainnya; termasuk Shell Selct, Shell Recharge, bengkel, dan pelumnas Shell,” tegas Ingrid Siburian, President Director & Managing Director Mobility Shell Indonesia.
Pihak Shell menyatakan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah terkait pemulihan pasokan BBM bensin pada jaringan SPBU mereka di tanah air.
Sebagai informasi, langkanya stok BBM di SPBU swasta disebut juga karena banyaknya konsumen yang beralih dari BBM subsidi ke non subsidi secara tiba-tiba.
