Kasus Diabetes Anak Indonesia Meningkat 70 Kali Lipat!

Kasus Diabetes Anak Indonesia Meningkat 70 Kali Lipat! Kasus Diabetes Anak Indonesia Meningkat 70 Kali Lipat!

Jakarta, GPriority.co.id – Kasus diabetes anak Indonesia meningkat 70 kali lipat pada tahun 2023. Kasus diabetes ini terjadi pada anak usia 0-14 tahun.

Kasus diabetes anak Indonesia ini bahkan melonjak signifikan jika dibandingkan dengan tahun 2010, seperti dilansir dari data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Diabetes dahulu dikenal sebagai penyakit yang biasanya menyerah orang dewasa, namun kini penyakit ini juga banyak menyerang anak muda.

Diabetes merupakan gangguan metabolisme kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah.

Bukan hanya masalah pola makan, kasus diabetes anak Indonesia tersebut juga bisa menjadi konsekuensi dari sindrom metabolik.

Apa itu sindrom metabolik?

Sindrom metabolik merupakan sekelompok kondisi yang bisa membuat seseorang kemudian mengalami penyakit jantung, diabetes, dan stroke.

Sebenarnya, penyebab sindrom metabolik ini masih belum benar-benar dipahami. Karena ada banyak faktor terkait mulai dari obesitas, kekebalan insulin, hingga kolesterol tinggi.

Diagnosis sindrom metabolik dapat dilihat dari beberapa faktor, seperti :

  • Gula darah tinggi,
  • Kandungan kolesterol baik rendah,
  • Kandungan trigliserida tinggi,
  • Lingkar pinggang besar,
  • Hingga tekanan darah tinggi.

Tak hanya sampai disitu, kebanyakan orang yang mengidap sindrom metabolik kebal terhadap insulin.

Sel tubuh orang yang kebal insulin, tidak bisa merespons insulin secara normal dan membuat gula tidak bisa masuk ke sel dengan mudah. Hal ini membuat level gula darah penderitanya menjadi tinggi.

Sementara itu, gejala diabetes yang dapat dilihat dari anak, adalah sebagai berikut.

  • Anak menjadi banyak makan,
  • Anak menjadi banyak minum, sering kencing, bahkan mengompol,
  • Terjadi enurunan berat badan pada anak yang drastis dalam 2-6 minggu sebelum terdiagnosis,
  • Anak menjadi kelelahan dan mudah marah,
  • Anak mengalami sesak napas dan dehidrasi,
  • Mengalami nocturia atau sering kencing pada malam hari.

Untuk mencegah diabetes pada anak, anda bisa menerapkan beberapa cara berikut: 

Pertama, melatih aktivitas fisik pada anak.

Ajak anak untuk berolahraga secara teratur, seperti bermain di luar, bersepeda, atau hiking. Aktivitas fisik dapat membantu mengatur kadar gula darah dan meningkatkan sensitivitas insulin. 

Kedua, menerapkan Pola makan sehat

Biasakan anak untuk mengonsumsi makanan bergizi seimbang, seperti buah, sayur, kacang-kacangan, dan gandum. Batasi konsumsi gula dan garam, serta minuman manis dan bersoda. 

Ketiga, jaga berat badan anak yang ideal.

Pertahankan berat badan anak agar tetap ideal. Jika anak memiliki berat badan berlebih, Anda bisa membantu menguranginya sekitar 5-10%. 

Keempat, lakukan pemeriksaan kesehatan anak secara berkala. 

Lakukan pemeriksaan kesehatan anak secara rutin, terutama jika ada anggota keluarga lain yang memiliki kondisi serupa. 

Kelima, kelola tingkat stres anak.

Keenam, biasakan anak untuk rutin minum air putih.  

Ketujuh, teladani perilaku yang sehat

Anak akan meniru perilaku orang tua, jadi pastikan Anda menjadi teladan dengan menerapkan gaya hidup sehat. 

Foto : Ilustrasi/Adobe Stock