Beda Tunjangan DPR RI dan DPR Swedia, Dinilai Jomplang!

Beda Tunjangan DPR RI dan DPR Swedia, Dinilai Jomplang! Beda Tunjangan DPR RI dan DPR Swedia, Dinilai Jomplang!

Jakarta, GPriority.co.id – Belakangan ini netizen Indonesia sedang menyoroti fasilitas mewah yang didapatkan oleh anggota DPR RI. Bahkan mereka juga membandingkan tunjangan DPR RI dan DPR Swedia.

Tunjangan DPR RI

Selain mendapatkan gaji pokok, DPR RI juga mendapatkan beragam tunjangan, yang jika dirinci adalah sebagai berikut :

  • Tunjangan jabatan Rp9,7 juta/bulan,
  • Tunjangan istri/suami 10% gaji pokok (Rp420 ribu untuk anggota biasa),
  • Tunjangan anak 2% gaji pokok per anak (maksimal dua anak Rp168 ribu per anak untuk anggota biasa),
  • Tunjangan perumahan sebagai pengganti rumah dinas (direncanakan Rp50 juta/bulan),
  • Uang sidang per paket sebesar Rp2 juta/bulan,
  • Serta masih banyak tunjangan lainnya seperti tunjangan beras, bantuan listrik, dan tunjangan komunikasi.

Jika ditotal, anggota DPR RI bisa mengantongi diatas Rp50 juta/bulan. Selain itu, DPR RI juga terjamin mendapatkan pensiun seumur hidup, setelah jabatannya selesai.

Netizen pun kemudian menyoroti apa yang didapat oleh DPR RI dengan gaji DPR Swedia yang dinilai jomplang.

Pasalnya, anggota DPR Swedia tidak mendapat tunjangan mobil atau rumah dinas.

Meski tidak mendapatkan rumah dinas, namun bagi anggota diluar Stockholm, maka akan mendapatkan apartemen kecil berukuran 16 meter persegi.

Bahkan jika anggota DPR Swedia memiliki pasangan atau anggota keluarga yang menginap di apartemen tersebut, maka mereka wajib membayar setengah dari biaya sewa dan akan masuk kas negara.

Sementara itu, untuk mobilitas DPR Swedia akan memakai transportasi umum secara gratis. Sedangkan mobil dinas, hanya disediakan sebanyak 3 unit saja yang akan dipakai ketua dan tiga wakilnya untuk tugas parlemen.

“Tugas kami adalah mewakili rakyat, jadi tak pantas rasanya jika kami diistimewakan atau mendapatkan banyak fasilitas atau gaji tinggi,” kata Per-Arne Håkansson, anggota DPR Swedia dari Partai Sosial Demokrat.

Bahkan, satu-satunya pejabat tinggi di Swedia yang punya mobil dinas adalah Perdana Menteri Ulf Kristersson. Mobil dinas itu hanya boleh dipakai untuk keperluan dinas dan tidak boleh dipakai untuk keperluan pribadi.

Kendati gaji DPR Swedia cukup besar, namun sebelum tahun 1957 para anggota DPR tidak digaji. Saat itu pendapatan mereka hanya dari anggota partainya.

Saat ini DPR Swedia diberi gaji sebesar $6.900 atau setara dengan Rp108 jutaan/bulan.

Sedangkan gaji rata-rata DPR Swedia juga dibawah gaji rata-rata guru Swedia yang ada di kisaran Rp48-131 jutaan.

Mirisnya, di Indonesia sendiri gaji guru honorer bahkan ada yang hanya di angka Rp300 ribu, berbanding terbalik di luar negeri.

Foto : Financial Times