Kata Amien Rais Soal Video Kontroversial Prabowo-Teddy

Tokoh reformasi Amien. Foto: Tangkapan layar Instagram/amienraisofficial Tokoh reformasi Amien Rais. Foto: Tangkapan layar Instagram/amienraisofficial

Jakarta, GPriority.co.id – Tokoh reformasi Amien Rais akhirnya angkat bicara terkait polemik penghapusan video kontroversial yang menyinggung Presiden Prabowo Subianto dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Ia menilai pernyataannya merupakan bagian dari kebebasan berpendapat yang dijamin konstitusi.

Pernyataan tersebut disampaikan Amien di sela agenda Musyawarah Nasional (Munas) Partai Ummat di Yogyakarta, Sabtu (2/5).

“Saya yakin demokrasi itu berjalan baik kalau kebebasan mengeluarkan pendapat yang dijamin oleh Undang-Undang Dasar kita tidak dibatasi, tidak dibungkam,” kata Amien.

Terkait isi video yang memicu reaksi dari Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Amien mengaku pernyataannya didasarkan pada penelusuran dari berbagai sumber di media sosial.

“Kalau soal Teddy ini, memang saya kumpulkan dari berbagai informasi, dari YouTube maupun berbagai channel media sosial itu, saya kira hampir meyakinkan bahwa ada something very unusual (sesuatu yang sangat tidak biasa) tentang saudara Teddy,” kata dia.

Mantan Ketua MPR RI itu juga menyoroti peran Teddy Indra Wijaya yang dinilai terlalu dominan di lingkungan Istana. Ia bahkan menyebut keberadaan Seskab tersebut berpotensi mengganggu profesionalisme birokrasi.

“Saya melihat Teddy ini hanya nggulet (menempel) terus ke Pak Prabowo, sampai-sampai yang menentukan tamu,.siapa menteri, mana jenderal yang bisa ketemu Pak Prabowo itu si Teddy ini,” ujarnya.

Amien pun menyarankan agar dilakukan evaluasi terhadap posisi tersebut. Menurutnya, peran Sekretaris Kabinet saat ini dinilai telah melampaui tugas pokok dan fungsi yang seharusnya.

“Teddy ini kan sesungguhnya cuma Sekretaris Kabinet, tapi seolah-olah paling berwibawa, merasa lebih penting dari sekretaris kabinet,” ujarnya. “Dia bisa memilah-milih tamu, mana yang bisa diterima, mana yang tidak.”

Ia juga mengungkap adanya cerita dari seorang menteri koordinator yang mengaku kesulitan untuk bertemu langsung dengan Presiden.

Menko itu cerita, ‘Mas Amin, saya itu kadang-kadang mau ketemu presiden tidak bisa karena kata Teddy tidak ada waktu atau belum ada waktu,’ begitu ,” ujar Amien menirukan.

Menutup pernyataannya, Amien menegaskan tidak gentar menghadapi kemungkinan proses hukum terkait pernyataannya tersebut. Ia tetap berpegang pada prinsip bahwa kebebasan berpendapat merupakan hak yang dilindungi dalam sistem demokrasi Indonesia.