Halifax, Gptiority.co.id – Beberapa jam setelah kecelakaan yang menimpa Jeju Airlines 7C2216, kecelakaan pesawat kembali terjadi. Kali ini menimpa PAL Airlines milik Air Canada 2259 pada Minggu (29/30) sekitar pukul 21.30 waktu setempat.
Hampir serupa dengan kecelakaan yang menimpa Jeju Airlines, malfungsi roda pendarat juga terjadi di pendaratan Air Canada. Penerbangan dengan nomor 2259 ini berangkat dari bandara internasional St.John dengan tujuan bandara internasional Halifax Stanfield.
Dalam kesaksian seorang penumpangnya, Nikki Valentine disebutkan bahwa salah satu ban pesawat tidak terpasang dengan benar saat mendarat. Akibatnya pesawat tergelincir dan menyebabkan kebakaran mesin saat mendarat.
Dalam video yang banyak beredar di media sosial, tampak pesawat mendarat tanpa satu roda samping. Kepanikan timbul dalam kabin pesawat. Penumpang tampak berteriak dan menangis.
“Pesawat mendarat dengan sudut sekitar 20 derajat ke kiri, dan saat itu terjadi, kami mendengar suara yang cukup keras—hampir terdengar seperti suara tabrakan—saat sayap pesawat mulai tergelincir di trotoar, bersama dengan apa yang saya duga adalah mesinnya,” ujar Nikki.
Meski demikian tidak terdapat korban jiwa dalam kecelakaan Air Canada 2259 ini. Respon cepat diberikan tim rescue untuk memastikan keselamatan semua penumpang dalam kesempatan itu.
Sebagai tindakan pencegahan, penerbangan di bandara Halifax dihentikan sementara setelah insiden tersebut. Baru pada Minggu dini hari, satu landasan pacu telah dibuka kembali.
Otoritas bandara setempat, mengkonfirmasi keadaan darurat tersebut dan meyakinkan masyarakat bahwa penyelidikan menyeluruh sedang dilakukan untuk menentukan penyebab pasti dari kegagalan roda pendaratan pesawat baling-baling berjenis De Havilland Canada Dash 8-400 itu.
Dalam situs Air Canada, De Havilland Canada Dash 8-400 dimiliki PAL Airlines sebanyak 46 unit. PAL Airlines sendiri adalah grup dari Air Canada yang melayani penerbangan regional. De Havilland Canada Dash 8 seri 400 diproduksi sekitar tahun 1999 hingga 2022 dengan jumlah bangku 68 hingga 90.
Foto : FB NSH Aviation
