Jakarta, GPriority.co.id – Kehadiran komunitas pengguna Volkswagen di Indonesia menjadi salah satu faktor utama yang menjaga eksistensi merek asal Jerman tersebut di pasar otomotif Tanah Air. Meski bukan termasuk merek dengan volume besar, Volkswagen tetap memiliki basis penggemar yang solid dan berkomitmen tinggi terhadap brand.
Hal ini disampaikan oleh Direktur Indomobil Group, Andrew Nasuri disela-sela konfrensi pers Volkswagen x Giti Tire : ID.BUZZ World Tour di Plaza Senayan, Jakarta, Selasa (28/10).
“Boleh bilang cukup hoki ya, bahwa ada klub yang sangat antusiastik sekali dengan brand Volkswagen. Dari awal, biarpun kami bukannya brand yang besar sekali di Indonesia ya, karena memang terdapat harga, segala gitu. Tapi itu entusiasmenya luar biasa,” ujar Andrew kepada wartawan.
Menurut Andrew, semangat komunitas Volkswagen di Indonesia menjadi kekuatan yang membedakan dibandingkan merek lain.
“Dan saya boleh menganggapkan, dengan merk-merk lainnya ada di Indonesia itu entusiasmenya kalah. Nggak ada yang kayak Volkswagen gitu. Dan ya klub ini memang adalah partner yang utama kami yang bisa membawa brand ini terus menyusung di dunia,” katanya.
Sementara itu, Andrew menuturkan, karakteristik konsumen Volkswagen lebih menekankan pada kualitas, keandalan, dan hubungan emosional dengan kendaraan yang dimiliki.
Menurutnya, loyalitas konsumen Volkswagen terbentuk secara alami dari rasa percaya terhadap kualitas dan karakter produk.
“Nah makanya kenapa Volkswagen dari dulu itu entusiasmenya beda sekali. Jadi tidak ada yang namanya oh saya mau beli ID. Buzz tapi saya lagi mikir merek lain. Tidak. Kalau memang udah liriknya ID. Buzz, udah langsung aja ID. Buzz. Jadi gampang diracuninnya gitu,” tambahnya.
Volkswagen menilai bahwa pendekatan emosional terhadap konsumen memberikan dampak jangka panjang dibandingkan strategi berbasis harga atau promosi sesaat.
“Sebetulnya itu emosional itu lebih long lasting. Jadi kalau namanya kita bilang oh harga bagus apa segala itu short, very short. Jadi itu kalau ada yang lebih bagus barang pindah. Ya tapi kalau yang namanya ada emosional attachment itu, mau ada gimana pun itu ya istilahnya kayak istri lah. Cantik pasti ada yang lebih cantik, tapi tetap sama istri yang pertama gitu,” ujarnya.
