Kembangkan Industri Halal, ICEFF 2023 Cetak Puluhan Pelaku Ekraf

Penulis : Hanafi | Editor : Haris | Foto : Kemenparekraf

Jakarta,GPriority.co.id – Direktur Akses Pembiayaan Kemenparekraf, Anggara Hayun Anujuprana menghadiri kegiatan “Boothcamp and Pitching ICEFF 2023” di Poltekpar Medan, Senin (13/3/2023).

Dalam kegiatan tersebut ia menjelaskan bahwa ICEFF (Islamic Creative Economy Founders Fund) merupakan salah satu upaya Kemenparekraf dalam memajukan industri halal.

ICEFF mempertemukan pelaku usaha di subsektor halal seperti kuliner, kriya, aplikasi, dan modest fesyen untuk mendapatkan dukungan pendanaan dari lembaga keuangan dan pemodal untuk mengembangkan bisnis.

“Pelaku usaha yang menjadi peserta ICEFF mendapatkan pendampingan atau upscalling program dari Kemenparekraf. Di samping itu, Kemenparekraf juga akan mendukung promosi produk pelaku usaha yang mendapatkan pembiayaan dari program ICEFF,” ujar Hayun.

Industri halal saat ini menjadi salah satu topik hangat yang diperbincangkan dalam dunia bisnis internasional. Berdasarkan Indonesia Halal Market Report 2021/2022, Indonesia adalah pasar konsumen halal terbesar di dunia.

Pernyataan tersebut dapat dibuktikan dengan data konsumsi produk halal sekitar 184 miliar dolar AS, nilai ekspor produk halal mencapai 8 miliar dolar AS, nilai impor produk halal sekitar 10 miliar dolar AS, dan investasi sektor ekonomi halal di Indonesia sekitar 5 miliar dolar AS di tahun 2020.

Sebanyak 25 pelaku usaha ekonomi kreatif berhasil membukukan pembiayaan sebesar Rp11 miliar yang diberikan oleh investor dan lembaga pendanaan syariah dalam program ICEFF 2023.

Dengan potensi industri halal yang begitu besar, pemerintah terus mendorong para pelaku usaha untuk mengembangkan produk dan jasa halal. Sehingga harapannya, visi Indonesia menjadi pusat produsen halal dunia bisa diwujudkan.