Kemenpar Gandeng Mitra Strategis Dorong Promosikan Pariwisata ke Mata Dunia

Jakarta, GPriority.co.id – Kementerian Pariwisata menggandeng sejumlah mitra strategis dalam mempromosikan destinasi wisata unggulan Indonesia ke mata dunia. Adapun langkah ini untuk mendorong pertumbuhan kunjungan wisatawan Mancanegara.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengaku bersyukur Kementerian Pariwisata memiliki mitra-mitra strategis yang siap berkolaborasi dalam mempromosikan pariwisata Indonesia berbagai pameran dan misi penjualan internasional salah satunya Asia Pacific Incentives and Meeting (AIME) di Australia.

“Untuk mempromosikan MICE Indonesia ke mancanegara, Kementerian Pariwisata berpartisipasi dalam Asia Pacific Incentives and Meeting atau AIME di Australia,” kata Widiyanti dikutip dalam siaran pers, Jumat (21/3).

Kementerian Pariwisata mencatat ada 16 mitra yang terdiri dari pelaku industri hotel, venue, Professional Conference Organizer (PCO), dan Destination Management Company (DMC) yang berasal dari Bali dan Kepulauan Riau, Indonesia berupaya untuk mempromosikan berbagai destinasi dan fasilitas MICE Indonesia.

Atas upaya dari promosi wisata ini, Widiyanti menyebut mampu menghasilkan pencapaian yang signifikan, berupa potensi transaksi yang mencapai Rp 155 miliar, meningkat 2,76 kali lipat, bila dibandingkan dengan potensi transaksi 2024 sebesar Rp 56 miliar.

“Selain itu, jumlah potensi kunjungan wisatawan juga meningkat, dari 1.579 kunjungan pada 2024 menjadi 24.096 kunjungan pada 2025,” ucapnya.

Sementara itu, pada partsipasi di South Asia’s Travel & Tourism Exchange atau SATTE, Kemenpar berkolaborasi dengan KBRI New Delhi yang berperan sebagai eksekutor di lapangan. Ajang ini menghadirkan 46 exhibitors, yang terdiri dari Destinaton Management Companies (DMCs), tour operator, hotel, restoran, atraksi wisata dan jasa layanan visa.

Hasilnya di acara ini pun tidak kalah signifikan, dengan proyeksi transaksi sebesar 106,28 miliar rupiah serta potensi kunjungan sebesar 40.881 kunjungan. Dengan potensi kunjungan tersebut, perkiraan devisa potensial mencapai 68 juta dolar Amerika atau setara 1,09 triliun rupiah.

“Yang baru saja direalisasikan, bulan ini, saya dan tim terbatas menghadiri kegiatan ITB Berlin, yang juga dikenal sebagai pameran pariwisata terbesar di dunia. Di sana, Kementerian Pariwisata dan 88 kolaborator mempromosikan Indonesia melalui paviliun Wonderful Indonesia, yang tahun ini bertemakan keindahan Danau Toba,” ucapnya.

Adapun ajang ini terlaksana berkat dukungan dan partisipasi empat mitra strategis, yaitu Aliansi Promosi Pariwisata Indonesia (APPI), Marrioe Bonvoy, BCA, dan White Tiger DMC.

Misi pemasaran tersebut membuahkan hasil dalam bentuk jumlah potensi kunjungan yang mencapai 513.692 pax. Angka ini memuaskan bagi kami, karena menunjukan peningkatan sebesar 40,28 persen, dibandingkan dengan transaksi di ITB Berlin 2024 sebesar 366.192 pax.

Dengan jumlah kunjungan tersebut, potensi penerimaan devisa mencapai USD 834,74 juta atau setara Rp 13,6 Triliun. Adapun buyers yang melakukan transaksi di paviliun Wonderful Indonesia, sebagian besar berasal dari Jerman, Inggris, Belanda, Amerika Serikat, dan Swiss. Bali masih menjadi preferensi destinasi bagi calon wisman, selain Pulau Jawa, Lombok, Pulau Komodo dan Danau Toba.

Editor: Novita Intan

Foto: GPriority/Dimas A Putra