Kementerian Haji Ungkap Perkembangan Persiapan Penyelenggaraan Haji 2026

Ilustrasi pelaksanaan ibadah haji/Foto : Dok. Istimewa Ilustrasi pelaksanaan ibadah haji/Foto : Dok. Istimewa

Jakarta, GPriority.co.id – Kementerian Haji dan Umrah mengungkapkan perkembangan persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026, baik di dalam negeri maupun di Arab Saudi.

Wakil Menteri Haji dan Umrah Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan bahwa untuk persiapan penyelenggaraan di dalam negeri, pihaknya tengah melaksanakan verifikasi jemaah berhak lunas atau BPIH tahun 2026.

“Hal ini dilakukan dengan menginformasikan kepada jemaah yang akan berangkat haji tahun ini di seluruh provinsi untuk segera mempersiapkan pelunasan pemeriksaan istithaah, kesehatan dan dokumen perjalanan haji,” kata Dahnil dalam paparannya pada rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (27/10), sebagaimana disiarkan melalui kanal YouTube DPR RI.

Selain itu, kata Dahnil, pihaknya juga sedang melakukan seleksi penyedia transportasi udara dengan mengundang seluruh maskapai penerbangan dari Indonesia dan Arab Saudi untuk mengikuti proses seleksi.

“Saat ini proses tengah melakukan verifikasi dokumen administrasi dan teknis penyediaan. Harapkan kami dapat segera menegosiasikan harga setelah mendapatkan pagu biaya transportasi udara,” tuturnya 

Tidak hanya itu, lanjut Dahnil, Kementerian Haji dan Umrah juga tengah mempersiapkan rekrutmen petugas penyelenggara ibadah haji (PPIH), baik PPIH Kloter maupun PPIH Arab Saudi.

“Hasil rekrutmen akan kami berikan pelatihan selama 30 hari kurang lebih dengan pengayaan materi kebijakan, teknis, problem solving, bahasa Arab dasar, bahasa Inggris dasar, maupun fikir dasar haji agar setiap petugas dapat memiliki kemampuan teknis dan komunikasi dengan para penyedia di Arab Saudi,” ucap Dahnil.

“Selain itu juga akan diberikan penguatan fisik dan kedisiplinan kepada petugas agar dapat memberikan pelayanan maksimal kepada jemaah haji Indonesia,” tambahnya.

Dahnil juga menyampaikan bahwa pihaknya tengah menyiapkan mekanisme pelunasan bagi jemaah haji khusus, dengan berkoordinasi bersama Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK). Langkah ini mencakup verifikasi jemaah haji khusus berhak lunas dan penyiapan PIHK yang memiliki otoritas untuk menginput data jemaah ke dalam platform Nusuk milik Pemerintah Arab Saudi.

Untuk persiapan di Arab Saudi, Kementerian Haji dan Umrah telah menyelesaikan seleksi penyediaan layanan umum dan masyair, yang akan dilanjutkan dengan penyediaan akomodasi, konsumsi, dan transportasi.

“Direncanakan tim penyedia akan segera berangkat ke Arab Saudi pada awal bulan November 2026,” pungkasnya.