Jakarta, GPriority.co.id – Kementerian PU (Pekerjaan Umum) hingga saat ini mendorong renovasi masjid di tanah air dengan konsep green building (gedung hijau).
Perlu diketahui, masjid dengan konsep green building adalah masjid yang dirancang dan dibangun dengan prinsip bangunan hijau untuk efisiensi energi, air, serta material. salah satunya adalah Masjid Istiqlal, Jakarta.
“Melalui penerapan green building, masjid ini juga dapat menjadi contoh efisiensi energy, konservasi air, dan juga kenyamanan ruang. Renovasi Masjid Istiqlal ini juga membuktikan penghematan energi dan air yang signifikan, sekaligus juga menghadirkan terowongan silaturahmi sebagai simbol toleransi dan keterhubungan sosial,” ujar Wakil Menteri PU, Diana Kusumastuti, saat membuka acara seminar nasional di Jakarta, Selasa (10/2).
Diana mengatakan, Masjid Istiqlal menjadi satu-satunya masjid di tanah air yang telah mendapatkan sertifikasi EDGE (Excellence in Design for Greater Efficiencies).
Namun selain Masjid Istiqlal, saat ini Kementerian PU, sebut Diana, terus mendorong pembangunan dan renovasi masjid. Diantaranya Masjid Lasem Rembang, Masjid Pessantren Bhakti Bapak Emak Jombang, serta Masjid Baiturahman Semarang.
“Kemudian kami juga sekarang membangun Masjid Syuhada yang ada di Jogja, dan tentunya Masjid IKN di Ibu Kota Nusantara dengan berbentuk bulat dan ada surbannya,” ungkap Diana.
Sementara itu, berkesinambungan dengan tema seminar nasional, “Masjid Inklusif: Bersama Membangun Ruang Ibadah yang Berkeadilan”, Diana menekankan bahwa Masjid Inklusif bukanlah inovasi baru, namun perlu ditekankan kembali dalam pembangunan atau renovasi masjid-masjid di tanah air.
“Saya juga mengharapkan melalui forum ini terjalin kolaborasi lintas sektor, kita bisa bersam-sama mewujudkan masjid inklusif, ukurannya seperti apa, harusnya seperti apa, apakah juga harus ada SNI-nya sendiri. Sehingga masjid yang ada di Indonesia ini tentunya bisa menjadi ruang yang baik, ruang yang nyaman, dan juga melindungi seluruh masyarakat,” pungkasnya.
