Jakarta, GPriority.co.id – Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menyatakan 80 persen masyarakat Indonesia sudah terkoneksi dengan internet, dan mayoritasnya adalah generasi Z.
Hal itu disampaikan Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Keluarga dan Kependudukan Kemenko PMK, Woro Srihastuti Sulistyaningrum, dalam peringatan Hari Keamanan Berinternet 2026 di Kemenko PMK, Selasa (10/2).
“Tantangannya adalah pada saat sekarang ini, sebagian besar masyarakat Indonesia sudah terkoneksi dengan internet. Penetrasi internet kita sudah 80 persen lebih. Artinya semua sudah terkumpul. Bayangkan kita tidak hanya bicara bekerja, kita tidak hanya bicara belajar, kita bicara tentang mau belanja saja melalui internet, jualan melalui internet, kita mau masak saja melalui internet. Semuanya sekarang ini sudah terhubung dengan internet,” kata Woro.
Menurutnya, kondisi ini merupakan realitas yang dihadapi masyarakat Indonesia dan tidak bisa ditolak, apalagi dihindari.
Terlebih lagi, mayoritas generasi yang terpapar internet adalah generasi Z. Menurutnya, hal ini menjadi fakta yang memprihatinkan.
“Belum lagi kita melihat bahwa yang terpampar dengan internet itu sebagian besar itu adalah generasi Z kita. Kalau kita lihat anak-anak sekarang, kalau kita lihat dari laporan orang usia dini, bahwa anak-anak kita itu 40 persen itu sudah dibekali oleh gadget. Ini satu hal yang tentunya sangat memprihatinkan,” ucapnya.
Ia menambahkan, dari 40 persen tersebut, kurang dari 30 persen anak usia dini yang tidak didampingi orang tua saat menggunakan internet.
“Inilah tantangan kita saat ini, bahwa pada saat sebegitu mudanya internet itu terhubung dengan kita, tetapi kemudian orang tuanya tidak mendampinginga. Akibatnya banyak problem,” tuturnya.
Sebagai upaya mengatasi persoalan tersebut, lanjut Woro, Kemenko PMK memiliki konsep yang disebut Asta Mantra. Dalam Asta Mantra tersebut terdapat delapan poin, salah satunya membangun ketahanan keluarga di era digital dengan mendorong pengurangan screen time.
“Yang salah satunya, yang nomor satu adalah kurangi screen time, perbanyak green time. Karena ini memang yang sekarang kita hadapi,” pungkasnya.
