Kementerian PUPR: Wujudkan Hunian Layak Tangguh Terhadap Bencana

Penulis: Aflaha Rizal Bahtiar | Editor: Lina F | Foto: Kementerian PUPR

Jakarta, GPriority.co.id— Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyelesaikan pembangunan Hunian Tetap (Huntap) yang dilengkapi fasilitas permukiman bagi masyarakat terdampak bencana Badai Siklon Tropis Seroja di Kabupaten Kupang, Provinsi NTT.

Kolaborasi antara Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya dengan Ditjen Perumahan Kementerian PUPR merupakan kunci utama dalam mewujudkan hunian layak dengan permukiman yang inklusif, aman, tangguh, dan berkelanjutan.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, rehabilitasi dan rekonstruksi pada wilayah terdampak bencana tidak hanya membangun kembali rumah yang rusak, akan tetapi sebagai upaya guna membangun kembali permukiman baru yang tangguh terhadap bencana.

“Pendekatannya adalah build back better, tidak sekadar membangun dengan kerentanan yang sama terhadap bencana, tetapi membangun lebih baik dan lebih aman dari sebelumnya,” ungkap Menteri PUPR dalam keterangannya.

Dukungan terhadap penanganan permukiman pascabencana, khususnya di Kabupaten Kupang NTT, salah satunya dikerjakan di Desa Saukibe dan Desa Bokong. Pembangunan hunian tetap tersebut berupa rumah khususs dengan teknologi Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) telah selesai dikerjakan di Desa Saukibe, yakni sebanyak 124 unit pada lahan seluas 3,09 hektare.

Di sisi lain, pembangunan rumah di Desa Bokong telah dikerjakan sebanyak 45 unit dengan lahan seluas 1,3 hektare.

Untuk menambah kenyamanan penghuni, di kawasan tersebut juga dilengkapi prasarana pendukung oleh Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR, seperti jaringan air bersih dan sanitasi komunal (SPAL-DT), jalan lingkungan dan drainase, pagar pengaman, sambungan listrik rumah, Penerangan Jalan Umum (PJU), tempat sampah, dan fasilitas umum lainnya seperti balai warga dan sarana peribadatan.

Direktur Pengembangan Kawasan Permukiman, yang juga selaku Ketua Tim Pelaksanaan Penanganan Pascabencana NTT dan NTB Bidang Cipta Karya Wahyu Kusumosusanto, mengatakan pemerintah akan terus memberikan penyediaan infrastruktur pemukiman yang aman dan berkelanjutan.

“Dengan dibangunnya infrastruktur permukiman ini diharapkan masyarakat yang terdampak badai siklon seroja dapat menempati huntap dengan rasa aman dan nyaman,” kata Wahyu Kusumosusanto.