Kepala BKPM Siap Wujudkan Target Investasi Jokowi

Jakarta,Gpriority-Tahun 2021, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) kembali menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas).

Kali ini Rakornas digelar di Hotel Ritz Carlton Pacific Place Jakarta Selatan pada Rabu (24/11/2021).

Acara sendiri dibuka secara resmi oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dalam sambutannya Jokowi memberi peringatan kepada para pemimpin daerah karena dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)yang ada di perbankan dan belum terserap masih tinggi. Padahal, tahun 2021 akan selesai dalam sebulan lagi.

“Pak Gubernur, Wali Kota, masih ada tadi pagi saya cek di Kementerian Keuangan, masih ada uang APBD di bank mengendap di akhir November ini. Tinggal sebulan lagi. Saya peringatkan,” kata Jokowi dalam sambutannya, Rabu (24/11/2021).

Jokowi meminta agar para pemerintah daerah segera merealisasikan anggaran yang disebut masih bersisa Rp226 triliun di bank.

“Uang kita sendiri tidak digunakan, tapi kejar-kejar orang lain agar uang [modal] masuk. Logikanya gak kena. Uang kita sendiri dihabiskan dulu, relisasi segera. Habis sudah tidak ada APBD, APBN, baru cari investasi untuk datang. Logika ekonominya seperti itu,” tuturnya.

Kepala negara menggarisbawahi bahwa desifit APBN hingga saat ini per Oktober 2021 mencapai Rp548 triliun. Lalu, sebagian APBN dialokasikan ke daerah senilai Rp642 triliun.

Di sisi lain, Jokowi meminta agar investasi yang masuk ke tanah air memiliki nilai tambah atau yang bisa mendorong hilirisasi. Hal itu agar investasi yang masuk ke Indonesia bisa berdaya saing.

Di akhir sambutan, Jokowi meminta agar di tahun 2022, target investasi senilai Rp 1.200 triliun bisa tercapai.

Menanggapi permintaan Presiden Jokowi, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahil Lahadia menyebut ngeri ngeri sedap. Karena di dalam RPJMN Bappenas, Kementerian Investasi dan BKPM menargetkan Rp 900 triliun. ” Namun saya siap untuk merealisasikan target tersebut ucap Bahil saat memberi sambutan dalam acara tersebut.

Untuk mewujudkan target realisasi investasi Rp 1.200 triliun pada tahun 2022, kementerian/lembaga dan pemerintah daerah juga didorong untuk meningkatkan kolaborasi dan kekompakan demi meningkatkan kinerja.

“Setiap investor yang masuk ke daerah juga diwajibkan berkolaborasi dengan pengusaha yang ada di daerah dan UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah),” tutup Bahil Lahadia.(Hs.Foto.Humas BKPM)

Related posts