Kerja Bagai Kuda, PM Jepang Sanae Takaichi Gelar Rapat Jam 3 Pagi

Kerja Bagai Kuda, PM Jepang Sanae Takaichi Gelar Rapat Jam 3 Pagi/Foto : Dok. Asahi Kerja Bagai Kuda, PM Jepang Sanae Takaichi Gelar Rapat Jam 3 Pagi/Foto : Dok. Asahi

Jepang, GPriority.co.id – Perdana Menteri (PM) Jepang Sanae Takaichi menuai kritik keras usai menggelar rapat jam 3 pagi bersama stafnya. Rapat tersebut digelar hanya enam jam sebelum debat parlemen pertamanya digelar.

Sebagaimana dilansir dari laman Reuters, publik merasa khawatir dengan budaya kerja berlebihan (karoshi) yang diterapkan di Jepang, salah satunya oleh Takaichi.

Sebelumnya, Takaichi telah berjanji akan bekerja bagai kuda usai terpilih sebagai Ketua Partai Demokrat Liberal (LDP) pada Sabtu (4/10) lalu. Saat itu ia mengeluarkan pernyataan kontroversial.

“Masyarakat Jepang seharusnya bekerja bagai kuda, kerja, kerja, kerja!” tegasnya.

Menyoroti agenda rapat tersebut, dengan gaya sarkas, media Jepang pun menyebut rapat Takaichi sebagai “sesi belajar pukul 03.00 pagi”.  Menurut laporan yang beredar, rapat tersebut berlangsung hingga tiga jam penuh di kantor PM Takaichi.

Kritik untuk Takaichi datang dari berbagai termasuk oposisi serta mantan PM Yoshihiko Noda. Mereka menilai kebijakan Takaichi sebagai contoh buruk yang dapat membahayakan kesehatan dan kesejahteraan stafnya.

Sementara itu, menurut Sekretaris Jenderal Partai Demokrat untuk Rakyat, Kazuyu Shimba, keputusan tersebut tidak manusiawi karena memaksa staf untuk bekerja sejak dini hari.

Setelah mendapat kritik keras, Takaichi pun meminta maaf kepada publik. Ia beralasan rapat tersebut dilakukan karena masalah logistik, yakni mesin faks di asrama dinasnya rusak. Sehingga perlu berangkat lebih awal untuk meninjau dokumen penting.

Sanae Takaichi memang dikenal sebagai sosok yang kontroversial karena memiliki pandangan konservatif. Ia menolak pernikahan sesama jenis serta mengizinkan penggunaan nama saat masih gadis bagi perempuan Jepang yang sudah menikah, selain kerap menyerukan etos kerja yang ekstrem.

Ia juga memiliki latar belakang yang unik. Sebelum terjun ke dunia politik, ia merupakan seorang drummer dari band beraliran heavy metal serta pembawa acara TV. Ia dikenal sebagai politisi dan murid ideologis Shinzo Abe. Sanae juga merupakan pendukung kebijakan Abenomics yang menggabungkan kebijakan fiskal, moneter, dan struktural.

Takaichi juga pernah menduduki jabatan senior di pemerintahan sebagai menteri keamanan ekonomi, menteri negara perdagangan dan industri, serta menteri urusan dalam negeri dan komunikasi.