Jakarta, GPriority.co.id – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Politik menyelenggarakan agenda seminar sekaligus peluncuran buku “Mengakhiri Kemiskinan dan Menanggulangi Ketimpangan”, Senin (15/12) di Jakarta.
Agenda ini merupakan hasil kolaborasi antara Pusat Riset Politik BRIN bersama China Agricultural University, dan CITIC Press Corporation, dan turut didukung oleh Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Laporan menyebut, dalam empat dekade terakhir Tiongkok berhasil melepaskan hampir 800 juta penduduknya dari jerat kemiskinan, dan menjadi prestasi transormasional yang telah diakui dunia.
Bahkan lewat strategi penanggulangan kemiskinan yang terarah, koordinasi kelembagaan yang kuat, serta komitmen politik jangka panjang, pertumbuhan ekonomi di Tiongkok berkembang pesat dengan pembangunan sosial yang inklusif.
Berbekal hal itulah, BRIN berkolaborasi untuk mewujudkan target pemerintah Indonesia dalam menghapus kemiskinan pada 2030 melalui agenda pembangunan nasional dan tujuan pembangunan berkelanjutan.
Dalam agenda tersebut, BRIN turut menghadirkan dialog kebijakan lintas negara terkait pengentasan kemiskinan, pemerataan pembangunan, serta penanggulangan ketimpangan sosial.
Menurut Kepala Pusat Riset Politik BRIN, Athiqah Nur Alami, dialog akademik dan kemitraan pengetahuan sangat penting untuk mendukung agenda nasional tersebut.
“Tiongkok menunjukkan bahwa pengentasan kemiskinan dapat dicapai melalui strategi yang terarah, koordinasi kelembagaan, dan komitmen jangka panjang. Melalui seminar ini, BRIN ingin membuka ruang dialog agar pembelajaran tersebut dapat dipahami secara lebih mendalam dan memberi manfaat bagi agenda pembangunan Indonesia,” ungkapnya.
“Pemerintah Indonesia telah menegaskan target penghapusan kemiskinan pada 2030. Karena itu, pertukaran pengetahuan seperti ini penting untuk mendukung percepatan pembangunan yang inklusif, terutama melalui penguatan kapasitas desa, perlindungan sosial, dan transformasi ekonomi,” lanjut Athiqah.
Selain itu melalui peluncuran buku “Mengakhiri Kemiskinan dan Menanggulangi Ketimpangan”, BRIN memberikan akses lebih luas bagi para pembuat kebijakan, akademisi, hingga masyarakat Indonesia untuk mengakses gagasan global tiongkok terkait penanggulangan kemiskinan.
Dengan menyatukan dimensi moral, sosial, serta kebijakan, isi buku tersebut sangat relevan dengan konteks Indonesia saat ini.
