Bangkok, GPriority.co.id – Dunia berduka atas wafatnya Putri Thailand, Bajrakitiyabha Mahidol, pada usia 47 tahun, Jumat (12/6), setelah koma hampir empat tahun lamanya.
Dilansir dari laporan Reuters, Putri yang akrab disapa “Princess Bha” itu dikenal luas sebagai sosok cerdas, rendah hati, dan aktif memperjuangkan keadilan sosial di Thailand.
Bajrakitiyabha merupakan putri sulung Raja Thailand, Maha Vajiralongkorn. Berbeda dengan citra bangsawan yang identik dengan kemewahan, ia dikenal memiliki keseharian yang produktif dan dekat dengan masyarakat.
Lulusan hukum dari Cornell Law School ini pernah bertugas sebagai jaksa, diplomat, serta duta besar Thailand untuk Austria, Slovenia, dan Slovakia. Ia juga dipercaya menjadi Duta Kehormatan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk isu supremasi hukum di Asia Tenggara.
Salah satu hal yang membuat Bajrakitiyabha begitu dihormati adalah kepeduliannya terhadap perempuan narapidana.
Ia aktif mendorong peningkatan hak-hak tahanan perempuan dan program rehabilitasi agar mereka dapat kembali berkontribusi di masyarakat setelah menjalani hukuman.
Upaya tersebut membuatnya dikenal sebagai anggota keluarga kerajaan yang memiliki perhatian besar terhadap kelompok rentan.
Idap Gangguan Irama Jantung
Selain aktivitas sosial, Bajrakitiyabha juga memiliki kecintaan besar terhadap anjing. Pada Desember 2022, ia sedang mengikuti sesi pelatihan anjing militer ketika tiba-tiba pingsan akibat gangguan irama jantung yang serius.
Istana Kerajaan Thailand kemudian mengungkap bahwa kondisi tersebut berkaitan dengan masalah pada jantung yang diduga dipicu infeksi mycoplasma.
Sejak saat itu, sang putri dirawat intensif di rumah sakit dan tidak pernah sadar kembali. Dalam beberapa tahun berikutnya, kesehatannya terus memburuk akibat berbagai komplikasi, termasuk infeksi darah, infeksi rongga perut, radang usus besar, tekanan darah rendah, gangguan pembekuan darah, serta masalah pada paru-paru dan ginjal yang memerlukan alat bantu medis.
Pada 12 Juni 2026, Istana Kerajaan Thailand mengumumkan bahwa Bajrakitiyabha meninggal dunia setelah hampir empat tahun berada dalam kondisi koma.
Kepergiannya tidak hanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga kerajaan, tetapi juga bagi banyak warga Thailand yang mengenangnya sebagai putri modern, berpendidikan tinggi, dan berdedikasi pada kemanusiaan.
Sosok Bajrakitiyabha akan dikenang bukan karena status kerajaannya semata, melainkan karena komitmennya dalam membangun masyarakat yang lebih adil, inklusif, dan penuh kepedulian.
