Jakarta, GPriority.co.id – Gudang Garam yang merupakan salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia, tengah menghadapi krisis serius hingga mem-PHK ratusan karyawannya.
Dilansir dari beberapa laporan, kabar ini mulai viral sejak beredar video yang diduga merupakan karyawan Gudang Garam yang saling berpamitan usai ditetapkan PHK. Adapun pemicu PT Gudang Garam Tbk (GGRM) melakukan PHK massal ialah karena menurunnya permintaan rokok hingga laba mereka anjlok 87 persen.
Selain itu, maraknya peredaran rokok ilegal dengan harga yang lebih murah serta pajak dan cukai rokok yang tinggi juga menjadi penyebab lainnya. Akhirnya, pihak Gudang Garam pun menghentikan pembelian tembakau dari Temanggung. Tercatat, kinerja keuangan mereka pun mengalami penurunan yang sangat signifikan.
Menurut data yang ada, laba bersih Gudang Garam pada semester I 2025 hanya senilai Rp117,1 miliar. Angka ini turun 87,3 persen daripada tahun sebelumnya. Sementara itu, pendapatan mereka juga menurun 11,4 persen menjadi Rp44,3 triliun. Terlebih lagi, harga saham mereka juga anjlok hingga 81,18 persen dalam lima tahun terakhir ini
Krisis yang terjadi ini juga berpengaruh pada kekayaan Presiden Direktur GGRM, Susilo Wonowidjojo. Kabarnya, kekayaannya menurun hingga 68,5 persen sejak tahun 2018 lalu dari awalnya senilai USD 9,2 miliar menjadi USD 2,9 miliar. Menurut kalangan buruh melalui KSPI (Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia), PHK massal ini menjadi bukti rendahnya daya beli masyarakat serta menurunnya daya saing produk rokok dari Gudang Garam. Mereka menilai produk yang ditawarkan kurang inovatif di zaman sekarang.
Presiden KSPI, Said Iqbal, turut mengkhawatirkan adanya potensi ratusan ribu pekerja yang terdampak. Mulai dari buruh rokok, petani tembakau, hingga para pelaku usaha kecil. Said turut mendesak pemerintah pusat serta daerah untuk mengambil langkah tegas guna mencegah terjadinya krisis tenaga kerja yang lebih masif.
