Laksana Tri Handoko Sertijab Kepala BRIN ke Arif Satria

Laksana Tri Handoko (kiri) Sertijab Kepala BRIN ke Arif Satria (kanan)/Foto : GPriority (Nindya Farhah Azzahrah) Laksana Tri Handoko (kiri) Sertijab Kepala BRIN ke Arif Satria (kanan)/Foto : GPriority (Nindya Farhah Azzahrah)

Jakarta, GPriority.co.id – Kepala BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) periode 2021-2025, Laksana Tri Handoko, resmi menyerahkan jabatannya kepada Arif Satria.

Acara sertijab (serah terima jabatan) tersebut berlangsung di Gedung BRIN pada Selasa (11/11) sebagaimana terpantau oleh tim GPriority. Pada agenda tersebut, selain berpamitan, Handoko juga mengapresiasi kinerja para pegawai yang telah berjuang bersama selama ia menjabat.

“Selama 4 tahun ya, menuju 5 tahun lebih, saya ingin memberikan apresiasi kepada teman-teman dan jajaran BRIN yang selama ini mau diajak kerja keras, diajak untuk memperbaiki diri, diajak untuk mengurangi zona nyamannya. Saya tahu itu tidak mudah buat kita semua. Tapi saya lihat itu sudah terjadi,” ujar Handoko sambil menitikan air mata.

Dalam kesempatan tersebut, Handoko turut menyampaikan selamat atas terpilihnya Arif Satria sebagai Kepala BRIN serta Amarulla Octavian sebagai Wakil Kepala BRIN yang baru.

“Saya yakin teman-teman pasti menerima dan mendukung Bapak Arief dan Pak Vian untuk memberikan kontribusi lebih bagi masyarakat dan negara kita. Jadi saya harap kedisiplinan yang sudah terjadi dapat terus berjalan,” sebutnya.

Sebagai informasi, sebelumnya Arif Satria menjabat sebagai rektor dari IPB (Institut Pertanian Bogor) sebelum akhirnya dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala BRIN pada Senin (10/11) kemarin di Istana Negara.

Lebih lanjut Handoko menyebut, dirinya menyebut BRIN disebut sebagai lembaga yang memberi contoh baik bagi Kementerian/Lembaga lainnya. Dimana, BRIN di bawah kepeimpinannya membawa perubahan nyata dan memberi dampak yang jelas.

Handoko menyampaikan permintaan maaf apabila selama menjabat sebagai Kepala BRIN belum bisa menyelesaikan tugas-tugas berat. Ia berharap BRIN dapat lebih baik di tangan Arif.

“Mohon maaf Pak Arif dan Pak Vian sudah tahu pasti masih banyak tugas-tugas yang cukup berat. Saya mohon maaf belum bisa menyelesaikannya. Mohon maaf kepada Bapak Ibu sekalian kalau saya belum bisa memberikan yang terbaik,” tutupnya.