Lampaui Target, Indonesia Raup 135 Emas dan Berada di Posisi Kedua ASEAN Para Games ke-13

Nakhon Ratchasima, Gpriority.co.id – Kontingen Indonesia menorehkan prestasi membanggakan di ASEAN Para Games ke-13 tahun 2025 yang resmi ditutup pada Minggu malam (25/1). Mencatatkan hasil di posisi kedua hingga gelaran ASEAN Para Games 2026 berakhir, Kontingen Indonesia melebihi target yang diberikan Kemenpora.

Tuan rumah Thailand kokoh di posisi juara umum dengan 176 medali emas, 155 perak, dan 157 perunggu. Namun, Indonesia berhasil finis sebagai runner-up dengan total 135 emas, 143 perak, serta 114 perunggu – jauh melampaui target awal 82 emas, 77 perak, dan 77 perunggu untuk posisi ketiga.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi para atlet, pelatih, ofisial, CDM, dan NPC. “Alhamdulillah, Indonesia berhasil mengakhiri perjuangan di ASEAN Para Games kali ini dengan perolehan 135 emas, jauh di atas target dan menempati ranking kedua,” ujar Menpora Erick dalam keterangannya.

Ia menekankan bahwa semangat juang membara kontingen Merah Putih telah mempertahankan nama besar bangsa di panggung regional. “Terima kasih untuk para atlet dan tim yang telah mengerahkan upaya terbaik. Berkat kerja keras kalian, Indonesia tetap mendominasi papan atas ajang ini,” tambahnya.

Menpora juga menjanjikan dukungan penuh dari negara, termasuk apresiasi dan penghargaan bagi para pahlawan olahraga difabel ini. “Negara hadir untuk merayakan keberhasilan ini karena kontingen telah melaksanakan tugas negara dengan baik, membuktikan bahwa kita bangsa tangguh dan pemenang,” pungkasnya.

Dengan mengirimkan 290 atlet di 18 cabang olahraga, Indonesia membuktikan potensi luar biasa para atletiknya.Prestasi ini didorong oleh dominasi di cabang unggulan. Para atletik menjadi penyumbang emas terbanyak dengan 44 keping, diikuti para renang (29 emas), para bulutangkis (12 emas), para catur dan para angkat berat masing-masing 9 emas, serta para tenis meja dan para judo (7 emas).

Cabang lain seperti panahan (5 emas), sepeda jalan raya (5 emas), boccia (3 emas), lintasan sepeda dan tenpin bowling (2 emas), serta para anggar (1 emas) turut melengkapi koleksi gemilang. Bintang individu terbesar adalah Jendi Pangabean dari para renang, yang menyabet 7 emas dengan mendominasi nomor gaya bebas, punggung, dan kupu-kupu di kelas S6. Kontribusinya krusial bagi 29 emas renang Indonesia. Siti Aisyah, atlet muda berusia 15 tahun, juga bersinar dengan 2 emas, 1 perak, 3 perunggu, plus 2 rekor baru. Di para atletik, Ni Ariantiri dan Fajar Firdaus meraup multiple emas di nomor lari serta lempar.

Dibawah Indonesia terdapat Malaysia di posisi ketiga (64 emas), Filipina keempat (45 emas), dan Vietnam kelima (38 emas). Keberhasilan ini tak hanya lampaui target, tapi juga tegaskan posisi Indonesia sebagai kekuatan difabel ASEAN.

Foto : Kemenpora