Semarang, GPriority.co.id – Kepedulian terhadap persoalan harga beras di Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), membawa kabar baik bagi Adriano Jeconia Padama atau Dede.
Mahasiswa baru Program Studi S1 Hubungan Internasional Universitas Diponegoro (UNDIP) itu mendapat apresiasi berupa kesempatan beasiswa double degree untuk melanjutkan pendidikan magister.
Dede sebelumnya menyampaikan persoalan mahalnya harga beras yang dirasakan masyarakat di Alor kepada Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat berada di wilayah tersebut. Laporan mengenai kondisi pangan di daerah itu kemudian mendapat perhatian setelah Dede kembali ke Semarang.
“Kemarin setelah saya ke Alor bersama bapak menteri, pemerintah langsung memberikan penyaluran Bantuan Pangan alokasi tiga bulan di Alor, sekaligus menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak untuk menekan dan mengendalikan kenaikan harga beras. Selain itu, dua gudang Bulog di Alor kini telah terisi penuh pasokan beras untuk menjamin ketersediaan pangan masyarakat setempat,” lapor Dede ke Mentan.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap kepeduliannya terhadap persoalan masyarakat, UNDIP memberikan kesempatan kepada Dede untuk mengikuti program pendidikan lanjutan melalui skema double degree. Ia akan terlebih dahulu menyelesaikan pendidikan sarjana sebelum melanjutkan studi magister.
“Sebagai bentuk penghargaan, maka UNDIP memberikan beasiswa kepada Adriano untuk bisa berkuliah double degree di Magister Administrasi Publik dan MA in Politic, Governance & Public Policy di Sheffield University Inggris selepas ia menyelesaikan program S1 HI,” kata Rektor UNDIP, Prof. Dr. Suharmono, S.E., M.Si., dilansir dari rilis resminya.
Dalam rencana tersebut, Dede akan menempuh Magister Administrasi Publik di UNDIP dan MA in Politics, Governance & Public Policy di University of Sheffield, Inggris.
Apresiasi tersebut diberikan karena Dede dinilai menunjukkan perhatian terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat melalui pengalaman langsung di lapangan. Sikap tersebut juga sejalan dengan upaya perguruan tinggi dalam mendorong mahasiswa agar tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap persoalan publik.
Program double degree UNDIP dengan University of Sheffield sendiri merupakan bagian dari pengembangan kerja sama pendidikan internasional. UNDIP secara resmi membuka jalur Joint Degree/Double Degree 2026, termasuk program Master of Public Administration bersama University of Sheffield.
Dalam skema double degree, mahasiswa berkesempatan memperoleh dua gelar akademik dari dua perguruan tinggi dalam satu periode pendidikan. UNDIP menjelaskan bahwa program tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pengalaman akademik internasional dan meningkatkan daya saing lulusan.
Kisah Dede menjadi contoh bahwa kepedulian mahasiswa terhadap persoalan masyarakat dapat mendapat perhatian dari lingkungan akademik. Berawal dari menyampaikan persoalan harga beras di Alor kepada Menteri Pertanian, mahasiswa baru UNDIP tersebut kini memperoleh peluang untuk melanjutkan pendidikan hingga tingkat magister melalui program pendidikan berorientasi internasional.
Dede saat ini tetap berstatus sebagai mahasiswa S1 Hubungan Internasional UNDIP. Kesempatan beasiswa double degree tersebut baru akan dijalani setelah ia menyelesaikan pendidikan sarjananya.
