Libatkan 6 Kementerian, TAMASYA Jadi Program Unggulan KemendukBangga/BKKBN

Libatkan 6 Kementerian, TAMASYA Jadi Program Unggulan KemendukBangga/BKKBN Libatkan 6 Kementerian, TAMASYA Jadi Program Unggulan KemendukBangga/BKKBN

Jakarta, GPriority.co.id – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (KemendukBangga)/BKKBN, Dr. H. Wihaji, S. Ag., menekankan jika TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak) menjadi program unggulan dari kementeriannya.

Program TAMASYA digagas untuk mendukung keluarga tetap produktif, terutama di tengah adanya momentum bonus demografi.

Dalam sambutannya pada agenda penandatanganan MoU pelaksanaan program TAMASYA bersama Kementerian LH pada Rabu (9/7), Wihaji melaporkan jika saat ini 70,2 persen penduduk Indonesia dari umur 14-65 tahun menjadi bonus demografi.

Sayangnya pada usia produktif, banyak yang harus meninggalkan pekerjaannya untuk mengurus anak. Terutama dari kaum perempuan.

“Karena harus urus anak jadi harus berhenti (bekerja). Sekarang jadi ART juga susah, dan tidak semua orang bisa membayar ART. Oleh karena itu, kita membangun Tempat Penitipan Anak yang kita sebut dengan TAMASYA,” jelas WIhaji.

Lewat program ini, Wihaji ingin memastikan jika memiliki anak bukanlah penghambat untuk tetap berkarier. Saat ini di Indonesia, tingkat partisipasi pekerja dari kaum perempuan lebih rendah di angka 56,42 persen dibandingkan kaum laki-laki yang mengisi hingga 84,66 persen.

“Artinya apa? salah satu problemnya ketika punya anak yang berkorban adalah ibu. Oleh karena itu dalam hal ini negara harus hadir, pemerintah harus hadir. Maka 6 kementerian bekerja sama pada program ini,” ungkapnya lebih lanjut.

Sebagai informasi, program TAMASYA melibatkan 6 Kementerian diantaranya KemendukBangga, Kemendagri, Kemen PPPA, Kemendikdasmen, Kemensos, serta Kemnaker.

“Anak-anak kita punya hak untuk mendapatkan perhatian dari negara. Tapi selain itu juga kita harus memperhatikan perempuan-perempuan Indonesia. Mereka juga berhak untuk bekerja tanpa meninggalkan anak,” Wihaji menekankan.

Foto : GPriority/Rizky Dimuharram