Jakarta, GPriority.co.id – Industri otomotif nasional tengah diterpa stagnasi pasar dan gempuran merek asing. Tantangan ini menjadi catatan penting demi keberlanjutan jangka panjang pasar otomotif tanah air.
Ketua Umum Indonesia Center for Mobility Studies (ICMS), Munawar Chalil, menegaskan bahwa kompetisi berbasis harga rendah berpotensi menggerus fondasi industri otomotif nasional.
“Perang harga mungkin terlihat menguntungkan dalam jangka pendek, tapi tidak menumbuhkan industri secara sehat. Kami dorong dialog terbuka agar strategi bisnis lebih berkeadilan dan berkelanjutan,” ujarnya dalam Dialog Industri Otomotif Nasional di sela gelaran GIIAS 2025, ICE BSD, Tangerang, Kamis (31/7).
Menurutnya, fenomena merek-merek asal Tiongkok yang masuk ke pasar Indonesia dengan harga sangat kompetitif, namun minim kontribusi terhadap penguatan struktur industri dan investasi lokal, menjadi sorotan utama.
Tanpa regulasi dan strategi nasional yang memihak pengembangan industri domestik, risiko deindustrialisasi semakin nyata.
Sementara itu, Sekretaris Umum GAIKINDO, Kukuh Kumara mengatakan pasar otomotif nasional telah stagnan sejak 13 tahun lalu, bahkan mengalami penurunan dalam tiga tahun terakhir.
“Kondisi ini memaksa pabrikan melakukan kompetisi harga yang tidak sehat. Jika dibiarkan, dampaknya bukan hanya bagi industri, tetapi juga terhadap 1,5 juta tenaga kerja yang menggantungkan hidupnya pada sektor ini,” tegasnya.
Dalam forum ini, ia menekankan peran pemerintah kembali diangkat sebagai elemen krusial. Dialog menyarankan evaluasi kebijakan fiskal dan stimulus seperti yang pernah diberlakukan saat pandemi COVID-19 untuk menjaga daya beli masyarakat, sekaligus menumbuhkan permintaan tanpa harus mengorbankan margin pelaku usaha.
Selain sisi regulasi, dialog juga menekankan pentingnya media massa dalam membangun narasi industri yang konstruktif.
Alih-alih hanya mengejar sensasi harga mobil murah, media diharapkan mampu memberikan edukasi kepada publik mengenai pentingnya membangun ekosistem otomotif yang kuat dan mandiri, termasuk menciptakan rantai pasok lokal yang kompetitif.
Sebagai informasi, panel diskusi menghadirkan nama-nama penting seperti Resha Kusuma Atmaja, GM Marketing & Planning PT Toyota Astra Motor, Shodiq Wicaksono, Managing Director PT Suzuki Indomobil Motor, serta pengamat industri Jannes M. Pasaribu dan James Luhulima.
Diskusi berlangsung dinamis dan menegaskan perlunya kebijakan yang memayungi seluruh pelaku agar kompetisi tetap sehat dan mendukung tumbuhnya industri nasional.
Dengan penyelenggaraan dialog ini, ICMS berharap adanya langkah kolektif antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat untuk mengembalikan arah pembangunan industri otomotif ke jalur yang berorientasi jangka panjang berkeadilan, mandiri, dan mampu menciptakan nilai tambah dalam negeri.
