May Day 2026: Puluhan Ribuan Buruh Padati Monas

Ribuan buruh memperingati May Day 2026 di Monas, Jakarta, Jumat (1/5). Foto: GPriority/Dimas A Putra Ribuan buruh memperingati May Day 2026 di Monas, Jakarta, Jumat (1/5). Foto: GPriority/Dimas A Putra

Jakarta, GPriority.co.id – Ribuan massa buruh dari berbagai serikat pekerja memadati kawasan Monumen Nasional (Monas), Jumat (1/5) dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day 2026.

Berdasarkan pantauan GPriority sejak pagi hari, massa sudah mulai berdatangan sekitar pukul 09.21 WIB dan langsung berkumpul di area lapangan barat yang menjadi pusat kegiatan.

Suasana Monas pun dipenuhi warna-warni atribut aksi, mulai dari spanduk hingga bendera serikat pekerja yang menjulang di tengah kerumunan.

Kepadatan massa tidak terhindarkan, namun situasi tetap terkendali dengan pengamanan dari aparat gabungan TNI-Polri yang disiagakan di sejumlah titik strategis. Arus lalu lintas di sekitar lokasi juga mengalami peningkatan volume, terutama dari arah Kwitang hingga Jalan Medan Merdeka Barat.

Puluhan bus dan kendaraan pribadi yang membawa peserta aksi terlihat dikawal oleh petugas Satlantas menuju kawasan Monas. Meski terjadi kemacetan, sebagian peserta tetap antusias dengan berjalan kaki untuk mencapai lokasi acara.

Tak hanya buruh, peringatan May Day tahun ini juga diikuti oleh komunitas ojek online (ojol) yang turut menyuarakan aspirasi mereka dalam momentum tahunan tersebut.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Ketua Umum Partai Buruh, Said Iqbal, mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan hadir dalam peringatan Hari Buruh di Monas.

Selain di Monas, sebelumnya massa buruh juga berencana menggelar aksi di depan gedung DPR RI. Namun, rencana tersebut berubah setelah adanya dialog langsung antara perwakilan buruh dengan pemerintah.

Pada peringatan May Day 2026 ini, jumlah peserta diperkirakan mencapai sekitar 100 ribu orang dari berbagai elemen serikat pekerja. Skala aksi tidak hanya terpusat di Jakarta, tetapi juga digelar serentak di 38 provinsi dan lebih dari 350 kota di seluruh Indonesia, termasuk Bandung, Surabaya, Makassar, hingga Batam.

Peringatan Hari Buruh tahun ini menjadi momentum penting bagi pekerja untuk menyuarakan tuntutan serta memperjuangkan hak-hak ketenagakerjaan di tengah dinamika ekonomi nasional.