Jakarta, GPriority.co.id – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas memeriksa layanan hotel dan dapur katering di Madinah pada hari ketiga kunjungannya di Arab Saudi. Menag berkunjung ke Emaar Elite di wilayah Syamaliyah, sekitar 50 meter sebelah utara Masjid Nabawi, dan Meez Mary Kitchen For Serve Meals di Wilayah Hatim, Madinah.
Emaar Elite Hotel memiliki kapasitas untuk menampung 1.400 jemaah, sementara Meez Mary tahun ini melayani 11.000 jemaah haji Indonesia setiap harinya. Menag juga memastikan bahwa layanan yang disediakan ramah untuk lansia.
“Saya hari ini mengecek kesiapan layanan di Emaar Elite Hotel. Saya lihat hotel untuk jemaah haji Indonesia representatif, bagus, dan bersih. Ini sesuai dengan kontrak,” ujarnya di Madinah, Kamis (9/5/2024) waktu setempat.
“Kamar mandi ada di dalam dan sebagian menggunakan bath up. Saya minta supaya jemaah lansia ditempatkan pada kamar dengan kamar mandi yang menggunakan shower. Jika bath up, harus ada pendamping. Ini untuk kenyamanan jemaah, khususnya lansia,” tambahnya.
Dari seluruh kamar di Emaar Elite Hotel, sekitar 100 kamar memiliki kamar mandi berupa bath up. Jemaah haji Indonesia akan mulai tiba di Madinah pada 12 Mei. Mereka akan tinggal selama sembilan hari di Kota Nabawi sebelum berangkat ke Makkah. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi tahun ini sudah menjalin kontrak dengan 106 hotel sebagai akomodasi jemaah di Madinah.
“Saya hari ini juga mengecek kesiapan dapur Meez Mary, salah satu pihak yang akan menyediakan layanan konsumsi jemaah haji Indonesia. Saya lihat dapur bersih dan luas. Tahun lalu kinerja dapur ini baik. Saya juga lihat sudah ada alokasi sendiri untuk menu makanan bagi jemaah lansia. Saya harap dapur ini bisa memberikan layanan terbaik bagi jemaah,” papar Menag.
Makan yang disajikan makanan bercita rasa nusantara dengan menu antara lain Nasi Kuning, Ayam Goreng Saus Mentega, Telur Orak Arik, Nasi Uduk, Telur Dadar, Opor Ayam, Daging Sapi Masak Habang, Ikan Tuna Cabai Hijau, Ayam Gulai, Ikan Patin Bumbu Balado, Rendang Daging, Semur Daging, Ikan Patin Goreng, Gepuk Daging Sapi, dan tidak lupa tahu dan tempe. Menu-menu ini dipadu dengan tumisan sayuran serta ditambah buah-buahan dan air mineral.
Dapur katering ini juga akan menyediakan 20% makanan yang ramah untuk lansia. Makanan yang disajikan memiliki menu yang sama, namun nasi dan lauknya dimasak agar lebih halus dan lembut, salah satunya dalam bentuk Nasi Tim.
“Kita terus berupaya menghadirkan yang terbaik buat jemaah. Saya berharap layanan hotel dan konsumsi di Madinah tahun ini lebih baik dan ramah lansia,” harap Menag.
Penulis: Ahmad Faqih Zuhair
Foto: Kemenag
