Menbud Fadli Zon Tegaskan Soeharto Penuhi Syarat Jadi Pahlawan Nasional

Menteri dan Wakil Menteri Kebudayaan, Fadli Zon-Giring Ganesha Djumaryo/Foto Fifi Abdurahman Menteri dan Wakil Menteri Kebudayaan, Fadli Zon-Giring Ganesha Djumaryo/Foto Fifi Abdurahman

Jakarta, GPriority.co.id – Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menyatakan bahwa Presiden ke-2 RI, Soeharto, memenuhi syarat untuk dianugerahi gelar Pahlawan Nasional.

Hal tersebut disampaikan Fadli Zon usai memimpin upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 di Museum Sumpah Pemuda, Jakarta, Senin (28/10/2025).

“Jadi kalau secara prosedural dan juga secara substansial, semua tokoh yang diusulkan itu sudah memenuhi syarat. Termasuk Pak Soeharto,” kata Fadli Zon kepada wartawan.

Fadli Zon menjelaskan, terdapat 40 nama tokoh yang diusulkan Kementerian Sosial (Kemensos) dan telah diserahkan kepada Kementerian Kebudayaan (Kemenbud). Menurutnya, seluruh nama tersebut sudah melalui proses panjang dan memenuhi kriteria.

“Semua daftar yang telah diserahkan itu sudah memenuhi syarat, sudah melalui satu proses panjang, mulai dari masyarakat yang mengusulkan, kemudian ke tingkat kabupaten kota, ke tingkat provinsi, sehingga ada surat dari bupati atau dari wali kota, kepada gubernur, dari gubernur kepada Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) di Kementerian Sosial,” jelasnya.

Fadli Zon menegaskan, keputusan akhir mengenai penganugerahan gelar Pahlawan Nasional sepenuhnya berada di tangan Presiden Prabowo Subianto.

“Nanti akan disidangkan di Dewan Gelar, kebetulan saya yang memimpin, dan nanti itu akan menjadi keputusan Presiden,” ucapnya.

Daftar 40 Calon Pahlawan Nasional 2025:

  1. KH Muhammad Yusuf Hasyim – Tokoh NU, pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng.
  2. Demmatande – Pemimpin perlawanan terhadap penjajah, pendiri Benteng Salu Banga di Paladan (1912).
  3. KH Abbas Abdul Jamil – Ulama pendiri NU, pejuang 10 November 1945.
  4. Marsinah – Aktivis dan buruh pabrik.
  5. Hajjah Rahmah El Yunusiyyah – Penggagas Perguruan Diniyyah Puteri Padang Panjang (1923).
  6. Abdoel Moethalib Sangadji – Pendiri Sarekat Islam, penyebar berita kemerdekaan.
  7. Jenderal TNI (Purn) Ali Sadikin – Gubernur DKI Jakarta ke-7, tokoh pembangunan nasional.
  8. Letkol (Anumerta) Charles Choesj Taulu – Tokoh peristiwa heroik Merah Putih di Manado (1946).
  9. Gele Harun – Pejabat Residen Lampung pada masa pendudukan Belanda (1949).
  10. Letkol Moch Sroedji – Gugur dalam perang melawan Belanda di Jember (1949).
  11. Prof. Dr. Aloei Saboe – Dokter pelopor pemberantasan penyakit menular.
  12. Letjen TNI (Purn) Bambang Sugeng – Wakil Jenderal Sudirman, mantan Duta Besar RI.
  13. Mahmud Marzuki – Pengibar Merah Putih pertama di Riau, 1945.
  14. Letkol TNI (Purn) Teuku Abdul Hamid Azwar – Pejuang kemerdekaan asal Aceh.
  15. Drs. FX Seda – Menteri Keuangan era Presiden Soeharto.
  16. Andi Makkasau Parenrengi Lawawo – Datu’ Suppa ke-24, penentang kolonialisme.
  17. Tuan Rondahaim Saragih – Pejuang Batak melawan Belanda.
  18. Marsekal TNI (Purn) R. Suryadi Suryadarma – Kepala Staf AU pertama (1946–1962).
  19. KH Wasyid – Pemimpin Pemberontakan Geger Cilegon (1888).
  20. Mayjen TNI (Purn) dr. Roebiono Kertopati – Kepala Lembaga Sandi Negara pertama.
  21. Syaikhona Muhammad Kholil – Ulama berpengaruh di balik berdirinya NU.
  22. KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) – Presiden ke-4 RI.
  23. HM Soeharto – Presiden ke-2 RI.
  24. KH Bisri Syansuri – Pendiri Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar, Jombang.
  25. Sultan Muhammad Salahuddin – Pejuang pengusir Belanda dan Jepang di Bima.
  26. Jenderal TNI (Purn) M. Jusuf – Panglima ABRI dan Menhankam era Soeharto.
  27. H.B. Jassin – Sastrawan nasional, “Paus Sastra Indonesia”.
  28. Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja – Menlu era Soeharto, tokoh hukum laut internasional.
  29. Mr. Ali Sastroamidjojo – Dubes pertama RI untuk AS.
  30. dr. Kariadi – Dokter gugur dalam Pertempuran Lima Hari di Semarang.
  31. R.M. Bambang Soeprapto Dipokoesoemo – Pejuang Semarang dan DI/TII.
  32. Basoeki Probowinoto – Pendeta GKJ, pendiri Partai Kristen Indonesia.
  33. Raden Soeprapto – Perwira TNI gugur dalam G30S 1965.
  34. Mochamad Moeffreni Moe’min – Komandan BKR Jakarta Raya.
  35. KH Sholeh Iskandar – Ulama tiga zaman: Belanda, Jepang, dan kemerdekaan.
  36. Syekh Sulaiman Ar-Rasuli – Ulama Minangkabau.
  37. Zainal Abidin Syah – Gubernur pertama Irian Barat.
  38. Prof. Dr. Gerrit Agustinus Siwabessy – Ahli atom Indonesia.
  39. Chatib Sulaiman – Tokoh Pemerintahan Darurat RI di Bukittinggi.
  40. Sayyid Idrus Bin Salim Al-Jufri – Ulama pendiri lembaga pendidikan Islam di Sulawesi.