Mendag: Jaga Stabilitas Bapok Melalui Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah

Bandung,Gpriority-Di bulan Ramadan hingga Idul Fitri, harga bahan pokok(bapok) baik di pasar tradisional maupun modern naik. Menurut para pedagang, kenaikan harga disebabkan karena kelangkaan barang dan ketersediaan terbatas.

Tidak ingin kejadian tersebut terulang di Ramadan 1442 Hijriah/2021, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengumpulkan 34 kepala dinas atau yang bertanggungjawab tentang perdagangan untuk memastikan ketersediaan seluruh bapok cukup dan harganya stabil.

“ Berdasarkan laporan mereka, harga bapok di 34 Provinsi hingga saat ini terbilang stabil. Saya berharap sinergi antara pusat dan daerah ini bisa tetap menjaga stabilitas harga bapok hingga lebaran dan seterusnya,” ucap Mendag M.Lutfi usai membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Barang Kebutuhan Pokok menjelang puasa dan Lebaran 2021 di Bandung, Jawa Barat, Senin (12/4).

Lebih lanjut dikatakan M,Lutfi, beberapa komoditas seperti beras, gula, dan daging sapi perlu adanya penambahan pasokan untuk mengantisipasi cadangan stok, iklim ekstrem, kenaikan harga internasional, dan persediaan sebelum musim giling. Selain itu, komoditas cabai, khususnya varian rawit merah terus mengalami penurunan harga. Hal itu disebabkan adanya penurunan harga di tingkat petani seiring dengan meningkatnya produksi di daerah sentra.

“Kementerian Perdagangan dan dinas provinsi akan terus memantau program Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) beras medium oleh Perum Bulog. Sementara itu, untuk daging sapi, kami akan berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian untuk segera memobilisasi sapi daerah sentra produksi ke daerah sentra konsumsi, seperti wilayah Jabodetabek dan Aceh,” jelas Mendag Lutfi.

Mendag M. Lutfi melanjutkan, untuk komoditas gula, Kementerian Perdagangan akan berkoordinasi dengan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) untuk membahas pendistribusian gula, khususnya ke wilayah Indonesia Timur dan Aceh. Koordinasi tersebut untuk membahas harga jual maksimal dari PT RNI sebesar Rp10.800/kg sehingga harga di konsumen akhir sesuai harga atas Rp12.500/kg.

Mendag Lutfi juga mengungkapkan pentingnya dukungan dari pemerintah daerah di seluruh Indonesia terkait dengan stabilitas harga. Adapun bentuk dukungan tersebut yaitu untuk memantau harga bapok di pasar secara intensif, mengidentifikasi kecukupan stok dan ketahanan bapok di pelaku usaha distribusi, berkoordinasi dengan tim daerah untuk mencegah aksi-aksi spekulasi, menyiapkan jalur atau rantai distribusi alternatif bila terjadi gangguan distribusi yang mengakibatkan gejolak harga, mengawal kelancaran distribusi beras Bulog dalam program KPSH di pasar rakyat wilayah masing-masing, serta melakukan komunikasi yang baik dengan media terkait informasi stabilisasi harga dan kecukupan stok bapok.(Hs.Foto.dok.Humas Kemendag)

Related posts