Mendalami Perilaku Pemukulan Kadis Perindag Halbar Dari Sisi Psikologi

Mendalami Perilaku Pemukulan Kadis Perindag Halbar Dari Kacamata Psikologi Mendalami Perilaku Pemukulan Kadis Perindag Halbar Dari Kacamata Psikologi

Jakarta, GPriority.co.id – Belum lama ini perilaku Kadis (Kepala Dinas) Perindag (Perindustrian dan Perdagangan) Halmahera Barat sedang menjadi sorotan.

Sebuah video memperlihatkan tindakan pemukulan yang dilakukan oleh Kadis Perindag Halbar, Demisius O. Boky, kepada salah satu warga yang melakukan demo.

Tidak sendiri, Kadis Perindag Halbar tersebut melakukan penganiayaan bersama dengan stafnya di depan kantor Perindag Halbar.

Insiden tersebut dipicu oleh Kadis Perindag Halbar yang tak setuju diprotes oleh korban yang saat itu membawa pamflet.

Korban melakukan protes karena adanya kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di daerahnya.

Saat ini Kadis Perindag Halbar tersebut sudah ditahan oleh pihak kepolisian setempat, untuk kemudian diperiksa lebih lanjut terkait insiden pemukulan yang dilakukan olehnya.  

Dari sisi psikologi, sebenarnya tindakan yang dilakukan oleh Kadis Perindag Halbar tersebut bisa dikatakan sebagai gangguan mental Intermitten Explosive Disorder (IED).

Apa itu Intermitten Explosive Disorder?

Intermitten Explosive Disorder (IED) merupakan istilah dalam psikolog yang menandakan perilaku seseorang saat marah-marah disertai dengan memukul korbannya.

Perilaku ini merupakan gangguan mental yang ditandai dengan agresi dan kekerasan secara tiba-tiba dan berulang.

Biasanya orang yang mengidap Intermittent Explosive Disorder sadar bahwa tindakannya tidak pantas, namun mereka tidak bisa mengendalikan tindakan mereka.

Foto : Ilustrasi/Deposit Photos

Ada beberapa tanda seseorang mengalami Intermittent Explosive Disorder. Diantaranya seperti mudah marah, energi meningkat, pikiran kacau, sering berteriak dan mengancam orang lain, menyerang orang atau hewan secara fisik, melakukan pengerusakan terhadap harta benda atau barang di sekitarnya, hingga melakukan kekerasan dalam rumah tangga.

Namun selain mengalami kondisi IED, seseorang dengan emosi yang tidak stabil juga bisa disebabkan oleh perubahan hormon, kurang tidur, pola makan yang buruk, stres, mengalami kondisi medis tertentu, merasa kurang didukung oleh lingkungan sosialnya, sampai penyalahgunaan NAPZA.

Kendati demikian, perlu digarisbawahi  jika mungkin ada penyebab lain yang menjadi pemicu dari tindakan pemukulan yang dilakukan oleh Kadis Perindag Halbar.

Cara Mencegah Perilaku Marah dan Memukul

Berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah perilaku marah yang disertai dengan memukul.

Langkah awal yang bisa dilakukan adalah mengatur napas dan menenangkan diri.

Cobalah untuk berbicara dengan lebih tenang dan bicarakan permasalahannya secara perlahan.

Selanjutnya, pikirkanlah dampak yang terjadi apabila anda melakukan kekerasan kepada lawan bicara.

Hal ini seringkali tak dihiraukan orang yang sudah terbakar emosi. Hingga akhirnya melakukan hal-hal yang diluar batas kendalinya.

Jika merasa mengalami masalah pada kejiwaan dan butuh penanganan ekstra, segeralah ke orang yang lebih ahli untuk mengatasi masalah pengendalian emosi tersebut.

Foto : Ilustrasi/Deposit Photos