Mendikdasmen Bantah Gaji Guru Naik Rp2 Juta, Bagaimana Nasib Guru Selanjutnya?

Mendikdasmen Bantah Gaji Guru Naik Rp2 Juta, Bagaimana Nasib Guru Selanjutnya? Mendikdasmen Bantah Gaji Guru Naik Rp2 Juta, Bagaimana Nasib Guru Selanjutnya?

Jakarta, GPriority.co.id – Mendikdasmen Abdul Mu’ti membantah gaji guru naik Rp2 juta.

Sebelumnya, gaji guru dikabarkan akan naik Rp2 juta. Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Partai Gerindra, Hashim Djojohadikusumo.

Hashim mengatakan, jika Prabowo-Gibran terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden Indonesia, maka gaji guru akan naik Rp2 juta.

Selain itu, akan ada juga THR bagi para guru, termasuk guru honorer di Indonesia.

Sayangnya, belum lama ini hal tersebut dibantah oleh Mendikdasmen Abdul Mu’ti.

Mu’ti mengatakan jika pihaknya tidak pernah membahas persoalan tersebut.

“Jadi kalau ada berita di media bahwa pemerintah akan menaikkan gaji Rp2 juta, itu wartawan yang mau menaikkan. Kita tidak pernah bilang begitu,” ungkapnya.

Senada dengannya, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, juga tegas membantah hal tersebut.

Menurutnya, saat ini pemerintah sedang merumuskan formula yang tepat untuk meningkatkan kesejahteraan guru, baik guru tetap maupun guru honorer.

Salah satu langkah yang diambil yaitu mendorong guru untuk mengikuti sertifikasi.

Ia berharap, sertifikasi ini dapat membuat guru mendapatkan apresiasi yang lebih baik.

Pemerintah Fokus Hal Lain Untuk Kesejahteraan Guru Indonesia

Selain itu, beberapa hal lain yang menjadi fokus pemerintah untuk kesejahteraan guru Indonesia, diantaranya seperti mengurangi beban administratif yang selama ini dikeluhkan guru.

Kemudian meningkatkan kompetensi guru dengan beragam pelatihan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran guru di sekolah.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah juga menunjukkan komitmennya untuk mengapresiasi guru di Indonesia.

Langkah yang diambil yaitu dengan menjadikan topik kesejahteraan guru sebagai bagian dari 6 program prioritas pendidikan.

Seperti diketahui, kesejahteraan guru saat ini masih memprihatinkan. Gaji guru di Indonesia terbilang sangat kecil, terlebih guru honorer.

Gaji guru honorer sendiri dilaporkan hanya Rp300 ribu/bulan. Hingga akhirnya banyak guru honorer yang mencari pekerjaan sampingan seperti menjadi tukang ojek atau buruh sawit.

Padahal guru sendiri memiliki beragam tuntutan seperti kecerdasan akademis yang tinggi, sosial dan emosional yang baik, kedisiplinan, keterampilan multitasking, hingga sifat adaptasi yang tinggi.

Oleh karena itu pemerintah harus fokus pada kesejahteraan guru, mengingat guru merupakan pilar utama dari kemajuan pendidikan suatu negara.

Foto : Istimewa