Mengapa Pohon Pinus Dan Cemara Identik dengan Natal? Ini Alasannya

Jakarta, GPriority.co.id – Menyambut Natal biasanya, mata kita akan dimanjakan dengan hiasan-hiasan Natal ditempat umum. Salah satu hiasan Natal yang sudah terpasang sejak akhir November adalah Pohon Natal.

Pohon Natal atau di beberapa tempat disebut pohon terang itu, dalam tradisi Natal biasanya menggunakan pohon pinus atau cemara.

Lalu apa alasan yang mendasari pohon pinus dan pohon cemara digunakan sebagai Pohon Natal ?!

Dilansir dari laman history, pohon pinus dan pohon cemara memiliki tiga aspek dasar yang mendorong kedua jenis pohon ini dipakai sebagai hiasan Natal, yaitu alasan historis, simbolis, dan praktis.

Berikut adalah beberapa alasannya:

1. Tradisi dan Simbolisme Kekristenan

    Pohon cemara atau pinus adalah tanaman hijau abadi (evergreen), yang tetap hijau sepanjang tahun, termasuk di musim dingin. Hal ini melambangkan kehidupan kekal, harapan, dan keabadian, yang sejalan dengan pesan kelahiran Yesus Kristus.

    Pohon ini juga sering dianggap sebagai simbol pengingat akan kehadiran Tuhan, bahkan di tengah musim dingin yang sulit ( kehidupan yang sulit).

    2. Akar Budaya Pra-Kristen

      Tradisi menggunakan tanaman hijau seperti pohon pinus atau cemara sebenarnya sudah ada sebelum Kekristenan, terutama di budaya Eropa Utara dan Skandinavia.

      Orang-orang pagan (penyembah alam) di masa itu menggunakan tanaman hijau abadi untuk merayakan titik balik matahari musim dingin (winter solstice) sebagai simbol kemenangan cahaya atas kegelapan. Ketika Kekristenan menyebar, tradisi ini diadaptasi ke perayaan Natal.

      3. Kemudahan Praktis

        Pohon pinus atau cemara mudah ditemukan di kawasan Eropa dan Amerika Utara, tempat asal mula tradisi ini. Selain itu, karena daunnya tidak gugur, pohon ini lebih praktis untuk digunakan dalam jangka waktu lama sebagai dekorasi di dalam rumah.

        Bentuk pohonnya yang menjulang seperti kerucut juga dianggap cocok untuk dihias dengan ornamen, lampu, dan bintang di puncaknya.

        4. Aspek Estetika

          Dengan daun hijau yang rimbun, pohon cemara dan pohon pinus memberikan kesan hangat dan hidup di tengah musim dingin. Selain itu, aromanya yang khas menambah suasana meriah saat Natal.

          Jadi, Pohon Natal ini adalah perpaduan antara simbolisme keagamaan, adaptasi budaya kuno, dan pertimbangan estetika dan praktis.

          Foto: Istimewa