Mengenal ART, Transportasi Massal Tanpa Rel yang Ditawarkan Presiden Jokowi

智轨?

Jakarta, GPriority.co.id – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menawarkan angkutan perkotaan Autonomous Rapid Transit (ART) sebagai alternatif terbaru penyediaan layanan transportasi massal untuk mengurai kemacetan lalu lintas perkotaan di Indonesia.

Hal itu disampaikan Presiden Jokowi saat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) 2024 di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (4/6).

“Sekarang ada barang baru yang namanya ART, Autonomous Rapid Transit. Tidak pakai rel, tapi pakai magnet, bisa tiga gerbong, dua gerbong, atau satu gerbong,” kata Presiden dipantau dalam Youtube Sekretariat Presiden di Jakarta.

Presiden Jokowi menuturkan, biaya yang dibutuhkan untuk membangun ART jauh lebih murah ketimbang transportasi massal seperti Mass Rapid Transit (MRT) di Jakarta, Lintas Raya Terpadu (LRT) Jakarta, Kerta Cepat Jakarta-Bandung, bahkan subway.

Lantas seperti apa transportasi ART tersebut?

Dilansir Wikipedia, Autonomous Rapid Transit (ART) adalah transportasi massal perkotaan yang dikembangkan oleh Perusahaan asal China yakni CRRC Corp., Ltd. Transportasi yang menggunakan sistem bus gandeng berpemandu lidar (deteksi dan jangkauan cahaya) ini diresmikan di Zhuzhou di provinsi Hunan pada tanggal 2 Juni 2017.

ART secara khusus disebut sebagai kereta api atau angkutan cepat oleh pabrikannya, namun masyarakat menggambarkannya sebagai bus. Bagian luarnya terdiri dari bagian-bagian tetap yang disatukan oleh gang-gang yang diartikulasikan, menyerupai trem berban karet.

Sistem ini diberi label sebagai “otonom” dalam bahasa Inggris, namun model yang beroperasi dipandu secara optik dan dilengkapi driver di dalamnya. Meskipun namanya “rel”, sistem ini tidak menggunakan rel.

Sistem Automated Rapid Transit (ARTs) dapat beroperasi secara mandiri tanpa memerlukan sensor pemandu dan oleh karena itu, sistem ini termasuk dalam klasifikasi bus. Oleh karena itu, kendaraan yang dikerahkan di jalur tersebut wajib menunjukkan pelat nomor. Kereta ini dapat melaju dengan kecepatan 70 km/jam (43 mph) dan dapat mengangkut hingga 300 penumpang.

Adapun sejauh ini, China sudah bukan satu-satunya negara yang menggunakan ART. Sebab, terdapat dua negara yang turut memanfaatkan transportasi ramah lingkungan itu. Pada 7 September 2022, CRRC mengirim dua produk ART ke Uni Emirat Arab (UEA) untuk dioperasikan. Kemudian disusul Malaysia pada 18 September 2023.

Foto: istimewa