Mengenal Filosofi Pendidikan Waldorf Untuk Balita

Menurut International Association for Steiner/Waldorf Early Childhood Education, keunggulan pendidikan Waldorf adalah fokusnya pada perkembangan holistik balita dengan mengintegrasikan konten seni, praktek, dan berbagai bidang ilmu. Tidak lupa keterampilan sosial dan nilai spiritualnya.
1.Pentingnya mengikuti perkembangan alami balita
Sejak awal, Rudolf Steiner mengatakan bahwa setiap anak berkembang dengan kecepatan dan cara yang berbeda. Itulah kenapa pendidikan Wldorf untuk balita lebih fokus mengikuti minat, perkembangan, dan kebutuhan individual anak ketimbang kurikulum dan isi buku.

2.Pentingnya kreativitas dan imajinasi
Dikutip dari Waldorfeducation.org, aktivitas seperti bermain musik, bercerita, menggambar, dan mewarnai, menjadi bagian penting dalam pendidikan Waldorf untuk balita.

3.Pentingnya mengajarkan kecakapan hidup sejak balita
Agar balita tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan bisa diandalkan, tekankan aktivitas domestik seperti memasak, membuat kue, berkebun, serta melakukan pekerjaan tangan seperti origami, memahat, dan semacamnya.

4.Pentingnya memiliki rutinitas
Dalam buku Simplicity Parenting, dikatakan bahwa memiliki rutinitas harian membuat parenting lebih mudah bagi orangtua dan menumbuhkan rasa aman dalam diri balita.

5.Pentingnya beraktivitas di alam bebas
Beraktivitas di alam bebas juga menjauhkan anak dari stres serta meningkatkan fokus dan kreativitasnya. Mereka juga bisa bebas menjelajahi lingkungan fisik dan bersosialisasi.

6.Pentingnya permainan sensori
Menurut filosofi Rudolf Steiner, sebenarnya tidak butuh banyak mainan balita dan gadget untuk menudukung tumbuh kembang balita. Lalu permainan apa? Mainan terbaik untuk anak justru objek yang bersifat sederhana, memberikan stimulasi sensori, dan berasal dari alam. Seperti biji cemara, ranting, papan kayu, kertas kardus, batu, dan semacamnya. (VIA)

Related posts