Jakarta, GPriority co.id – Dalam prosesi kirab duplikat bendera pusaka serta teks proklamasi dari Monumen Nasional (Monas) ke Ibu Kota Negara (IKN), Kendaraan Taktis (Rantis) Maung 4×4 produksi PT. Pindad ikut digunakan pada Sabtu (10/8).
Tim Purna Paskibraka 2023 yang bertugas membawa duplikat bendera pusaka, Kachina Ozora dari Provinsi Kalimantan Tengah dan Keyla Azzahra Purnama dari Provinsi Sumatera Selatan sebagai pembawa teks proklamasi duduk di bagian belakang Rantis Maung 4×4. Sementara sebagai pengemudi ialah prajurit Polisi Militer (PM) Paspamres.
Dikutip dari wikipedia, Maung merupakan rantis ringan tempur jarak dekat modular 4×4. Rantis dirancang memiliki kemampuan modular untuk digunakan dalam berbagai varian operasi. Adapun rodanya berkemampuan penggerak 4×4, artinya semua ban-nya dapat digerakkan saat melewati medan yang sulit seperti bebatuan terjal, berlumpur dan lainnya.
Untuk melahap jalan terjal, Maung dilengkapi ban ukuran R17 serta berkemampuan menanjak dengan kemiringan 30 persen, daya tanjak 60 persen, dengan radius putar 6,85 meter. Adapun suspensi depan Maung independen, dan suspensi belakang rigid. Saat membawa Tim Purna Paskibraka 2023, atap modular Maung tidak digunakan.
Soal kecepatan, Maung bisa dipacu dengan kecepatan maksimal 120 kilometer. Rantis ini sendiri memiliki transmisi 6 percepatan. Dengan kapasitas tangki BBM 80 liter, Maung memiliki daya jelajah hingga 800 kilometer.
Mesinnnya mengusung model Turbo Diesel 4 silinder, dengan daya maksimum 149 HP (3.400 Rpm), dan torsi maksimum 400 Nm (1600–2000 Rpm). Versi militer Maung dapat dilengkapi persenjataan kaliber 7,62 mm, konsol SS2-V4, dan dilengkapi perangkat GPS navigasi, serta tracker kendaraan. Pemerintah melalui Kementerian Pertahanan (Kemhan) telah memesan Maung sebanyak 5500 unit untuk digunakan TNI/Polri. Sedangkan pada Mei 2021, 100 unit versi sipil telah dipesan.
Foto : Pindad
