Penulis : Hanafi | Editor : Haris | Sumber Foto: Kemenhub
Jakarta,GPriority.co.id – Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi melalui Badan Kebijakan Transportasi (BKT) mengungkapkan adanya potensi besar pergerakan masyarakat selama Hari Raya Idul fitri 1444 H/2023.
Budi memprediksi bahwa akan ada sejumlah pergerakan di berbagai daerah di Indonesia dengan total sekitar 123,8 juta orang atau masyarakat.
Jumlah tersebut meningkat 14,2 persen dibandingkan dengan prediksi pergerakan masyarakat tahun lalu dengan hanya mencapai 85,5 juta orang.
“Melihat potensi pergerakan masyarakat yang begitu tinggi pada masa mudik tahun ini, kami bersama pemangku kepentingan terkait akan menyiapkan langkah-langkah antisipasi,” kata Budi di Jakarta, Senin, (6/3).
Budi menambahkan, langkah-langkah yang harus diantisipasi diantaranya sarana prasarana transportasi, aspek keselamatan, manajemen rekayasa lalu lintas, dan kebijakan lainnya.
“Agar penyelenggaraan mudik tahun ini dapat berjalan dengan selamat, aman, dan terkendali,” ujarnya.
Budi menjelaskan, faktor utama yang menyebabkan tingginya potensi pergerakan masyarakat di masa mudik tahun ini adalah perubahan situasi yang berkaitan dengan pandemi Covid-19.
“Faktor pergerakan masyarakat diantaranya tidak adanya PPKM, memasuki masa pra endemi atau mendekati normal pasca pandemi Covid-19, perekonomian yang semakin membaik, dan tidak ada pembatasan atau larangan perjalanan,” jelas Budi.
Budi juga menyampaikan bahwa penanganan arus mudik dan balik Idul fitri tahun ini telah diantisipasi sejak awal tahun dengan melakukan evaluasi dari momen libur Nataru 2022/2023.
