Menkes: Pria Dengan Ukuran Celana Jeans Di Atas 33 Lebih Cepat Menghadap Tuhan

Menkes: Pria Dengan Ukuran Celana Jeans Di Atas 33 Lebih Cepat Menghadap Tuhan Menkes: Pria Dengan Ukuran Celana Jeans Di Atas 33 Lebih Cepat Menghadap Tuhan

Jakarta, GPriority.co.id – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, belum lama ini melontarkan pernyataan yang memicu pro-kontra. Budi mengatakan, pria dengan ukuran celana jeans di atas 33, lebih cepat menghadap Tuhan.

Lebih lanjut, Menkes Budi juga menekankan pentingnya masyarakat untuk memperhatikan beberapa indikator kesehatan, salah satunya terkait lingkar pinggang sebagai pertanda obesitas.

Budi menjelaskan, menurut standar Kemenkes, lingkar pinggang pria yang sehat seharusnya di bawah 90 cm atau ukuran celana jeans dengan maksimal 32-33. Apabila melebihi ukuran tersebut, maka dapat dikategorikan obesitas yang berisiko tinggi terhadap kesehatan.

Secara tegas, Menkes juga menekankan bahwa pernyataan tersebut bukanlah bagian dari body shaming, melainkan lebih ke arah ajakan untuk dapat semakin peduli dengan kesehatan.

“Kalau laki-laki beli celana jeans masih di atas ukuran 32-33, itu sudah pasti obesitas. Itu menghadap Allah-nya lebih cepat dibanding ukuran 32 ke bawah. Saya bukan body shamming, tapi memang artinya begitu,” ungkap Budi.

Selain soal obesitas, Menkes Budi juga mengingatkan pentingnya memeriksa tekanan darah, kadar gula, dan kolesterol secara rutin. Tekanan darah normal ialah 120/80. Namun jika lebih tinggi, maka harus segera dicek ke puskesmas, yang menyediakan obat secara gratis.

Sementara, kadar gula darah dan kolesterol idealnya di bawah 200. Budi menyebut, jika dibiarkan tinggi, risiko kerusakan ginjal, stroke, hingga penyakit jantung akan meningkat, dan bahkan sangat berisiko menyebabkan kematian dini. Budi menyoroti pemeriksaan rutin dan penanganan dini sebagai bagian penting untuk menjaga kualitas hidup.

“Nggak boleh gulanya tinggi. Nggak boleh di atas 200. Kalau di atas 200, puskesmas kasih obat gratis. Tapi jangan didiemin. Kalau darah tinggi gula didiemin kena ginjal, kena stroke, kena jantung, wafatnya cepat, 60 tahun menghadap Allah,” tuturnya.

Editor: Novita Intan

Foto : Dok. Kementerian Kesehatan