Menko Zulhas: Presiden Prabowo Teken 4 Aturan Baru Terkait Swasembada Pangan

Menko Zulhas: Presiden Prabowo Teken 4 Aturan Baru Terkait Swasembada Pangan Menko Zulhas: Presiden Prabowo Teken 4 Aturan Baru Terkait Swasembada Pangan

Jakarta, GPriority.co.id – Presiden Prabowo resmi meneken (menandatangani) 4 aturan baru terkait swasmebada pangan.

Hal ini diakui oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, setelah hadir dalam rapat pengadaan beras pemerintah oleh Perum Bulog 2025, Jumat (31/).

Menko Zulhas mengatakan, kabar tersebut didapat dari Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi.

“Kami sangat gembira hari ini Pak Mensesneg membawa kabar yang sudah kita tunggu lama. Inpres mengenai irigasi sudah selesai, Perpres Neraca Komoditas juga sudah selesai,” terang Menko Zulhas.

Selanjutnya Menko Zulhas juga menyebut jika Perpres tentang Pupuk dan Perpres tentang Penyuluh Pertanian, juga sudah ditandatangani oleh Presiden Prabowo.

“Jadi dari 4 penunjang tersebut, tidak ada alasan lagi kita tidak bisa melaksanakan perintah Bapak Presiden terkait swasembada pangan, secepatnya,” jelas Menko Zulhas lebih lanjut.

Menko Zulhas juga turut membahas terkait Bulog. Dimana, keuangan Bulog senilai Rp23 triliun dilaporkan olehnya sudah tidak ada masalah, dan akan ada penambahan kedepannya.

“Sekarang sudah disepakati Rp16,6 triliun lagi dari Menteri Keuangan. Jadi sudah ada Rp39 triliun, untuk membeli beras 3 juta ton untuk bulan Februari, Maret, April, dan saat panen raya,” katanya.

Dalam hal ini, Menko Zulhas meminta dukungan sebuah pihak untuk dapat bersinergi.

Diantaranya seperti Menteri Dalam Negeri, Gubernur, Bupati, Camat, hingga Desa. Berikut juga dengan TNI/Polri.

Ia juga menekankan, dengan adanya anggaran tersebut, tidak ada lagi alasan Bulog untuk tidak membeli gabah ataupun beras dari para petani.

Produksi Padi di Indonesia Diprediksi Naik 50 Persen

Menko Zulhas mengungkapkan, produksi padi di Indonesia akan naik sebanyak 50 persen pada Februari 2025 mendatang.

Hal ini berdasarkan laporan dari Badan Pusat Statistik (BPS).

“Menurut data BPS Februari naik 50 persen, Maret juga. Begitupun dengan jagung juga akan meningkat pesat produksi dan hasil panennya,” jelasnya.

Foto : GPriority/Nindya Farhah Azzahrah