Penulis: Sifra R | Editor : Lina F | Foto : Sifra R
Jakarta, Gpriority – Menteri Luar Negeri menyampaikan terkait prioritas keselamatan Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban perdagangan manusia di Sudan dan berbagai negara tetangga.
“Perlindungan WNI di luar negeri selalu menjadi salah satu prioritas pelaksanaan politik luar negeri Indonesia. Upaya besar ini baru kali ini dilakukan pada saat evakuasi WNI dari Wilayah Sudan,” ucap Retno Marsudi, dalam konferensi pers di Ruang Nusantara, Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Jumat (05/05).
Retno mengatakan, dalam tiga tahun terakhir Kemlu telah menangani dan menyelesaikan 1841 kasus online scams dari jumlah ini terlihat besarnya dari perdagangan manusia di bidang online scams ini.
Online scams atau penipuan internet adalah jenis penipuan atau penipuan cybercrime yang menggunakan Internet dan dapat melibatkan penyembunyian informasi atau memberikan informasi yang salah dengan tujuan menipu korban untuk mendapatkan uang, properti, dan warisan.
Pemerintah, lanjut Menlu, telah banyak upaya pemerintah Indonesia untuk menyelamatkan WNI yang berada di Kamboja, Filipina, Myanmar, dan negara tetangga lainnya.
“Dan yang kita lakukan adalah membantu memfasilitasi shelter pada saat penanganannya setelah mereka kita evakuasi, pendampingan hukum, dan konseling psikologis sampai kepada repatriasi,” sambungnya.
Retno menegaskan, pemerintah Indonesia akan terus memberikan perhatian besar untuk menyelematkan warga negara Indonesia yang masih berada di wilayah Myawaddy, Myanmar.
Dalam kesempatan tersebut, selain membahas penanganan kasus online scams WNI dan update evakuasi WNI dari Sudan, Menlu Retno juga mengemukakan perkembangan persiapan KTT ke-42 ASEAN yang akan digelar 10-11 Mei 2023 di Labuan Bajo.
