Jakarta, GPriority.co.id – Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Sugiono dan Menteri Luar Negeri Selandia Baru Winston Raymond Peters sepakat untuk memperkuat hubungan bilateral dan menjalin kerja sama di berbagai bidang, mulai dari perdagangan, pendidikan, hingga ketahanan pangan.
Dalam pertemuan bilateral yang berlangsung di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Jumat (14/6), kedua menteri membahas sejumlah isu strategis dalam rangka memperingati 67 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Selandia Baru.
“Kami membahas banyak hal selama pertemuan dan diskusi, mulai dari perdagangan, investasi, hingga penguatan hubungan bilateral,” kata Menlu Sugiono dalam konferensi pers bersama.
Dalam bidang ketahanan pangan, Selandia Baru menyatakan komitmennya untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah Indonesia. Dukungan tersebut mencakup berbagi keahlian dan praktik terbaik, khususnya dalam penyediaan makanan bergizi bagi anak-anak.
Selain itu, kedua negara juga menyepakati peningkatan kerja sama dalam pendidikan dan pelatihan, termasuk perluasan program beasiswa dan pembukaan peluang lebih besar bagi mahasiswa Indonesia untuk belajar pertanian dan teknologi di Selandia Baru, yang dikenal memiliki sistem pertanian dan universitas pertanian yang maju.
“Kami juga akan memperkuat pertukaran dan kunjungan tingkat tinggi, serta membahas peningkatan kerja sama dalam energi berkelanjutan,” ujar Sugiono.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak menandatangani perjanjian kerja sama di bidang penelitian, pelatihan, dan pendidikan, serta menyepakati pengakuan bersama terhadap standar halal.
Sugiono menegaskan pentingnya hubungan dekat antara kedua negara. “Selandia Baru dan Indonesia adalah tetangga dekat. Apa yang terjadi pada salah satu dari kami akan berdampak pada yang lain. Kami sepakat untuk menjaga dan memperkuat hubungan ini demi kebaikan rakyat kedua negara,” katanya.
Sementara itu, Menlu Winston Peters menyampaikan kebahagiaannya dapat kembali mengunjungi Indonesia untuk keempat kalinya sejak menjabat kembali pada akhir 2023. Ia menyebut Indonesia sebagai salah satu mitra prioritas utama Selandia Baru di Asia Tenggara.
“Ada banyak hal yang kami kagumi dari Indonesia, dan kami berambisi untuk membangun lebih banyak kolaborasi ke depan,” pungkas Peters.
Foto: GPriority/Dimas A Putra
