Jakarta, GPriority.co.id – Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana memastikan bahwa kawasan wisata di Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat Daya, tetap aman untuk dikunjungi wisatawan. Pernyataan ini disampaikan menyusul penutupan sementara akses ke Pulau Wayag dan Manyaifun Batangpele akibat polemik terkait aktivitas tambang nikel di wilayah tersebut.
“Jadi, wisatawan tetap aman berkunjung ke Raja Ampat,” ujar Widiyanti dalam keterangannya dikutip, Minggu (15/6).
Ia menegaskan bahwa Kementerian Pariwisata terus memantau situasi secara saksama dan siap mengambil langkah adaptif untuk mendukung masyarakat lokal, agar tetap menjadi pilar utama dalam pembangunan pariwisata yang berdaya tahan dan inklusif.
Menurutnya, selain Wayag dan Batangpele, wisatawan masih bisa menikmati keindahan alam Raja Ampat di lokasi-lokasi lain seperti Manta Point, Cross Wreck, Cape Kri, dan Blue Magic yang terkenal sebagai spot penyelaman kelas dunia.
Kementerian Pariwisata juga telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri, aparat keamanan, dan tokoh masyarakat setempat untuk memastikan keamanan destinasi wisata di Raja Ampat.
Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah memberikan arahan kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya dan Pemerintah Kabupaten Raja Ampat untuk melindungi wisatawan dari potensi gangguan.
Widiyanti menambahkan bahwa Raja Ampat merupakan salah satu destinasi pariwisata prioritas nasional dan telah masuk dalam jaringan UNESCO Global Geoparks. Wilayah ini dikembangkan sebagai model pariwisata berkelanjutan dengan menyeimbangkan aspek ekologis, ekonomi, dan sosial budaya.
“Kami ingin menghadirkan pengalaman wisata yang aman, nyaman, dan berkelas dunia, serta memperkuat posisi Raja Ampat di mata wisatawan global,” kata Widiyanti.
Kementerian Pariwisata mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus menjaga kelestarian alam dan reputasi Raja Ampat sebagai ikon pariwisata unggulan Indonesia.
Foto: dok.Kemenpar
