Menteri Bahlil Khawatir Kampus Jadi Pabrik Pengangguran Intelektual

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat diwawancarai wartawan/Foto : Dok. Golkarpedia Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat diwawancarai wartawan/Foto : Dok. Golkarpedia

Jakarta, GPriority.co.id – Menyoroti isu susah cari kerja dan lapangan kerja yang tak memadai saat ini, Menteri ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral), Bahlil Lahadalia, khawatir jika kampus nantinya jadi pabrik pengangguran intelektual.

Melalui acara wisuda Politeknik Energi dan Mineral Akamigas, pada Kamis (17/7) lalu, Bahlil merasa khawatir jika kampus jadi pabrik pengangguran intelektual apabila lapangan kerja tidak dipersiapkan sejak dini.

Dalam kesempatan tersebut, dirinya turut menegaskan pentingnya penciptaan lapangan kerja, supaya lulusan perguruan tinggi dapat langsung terserap ke dunia kerja dan tak jadi pengangguran.

“Kalau tidak ada lapangan pekerjaan yang disiapkan, saya takut suatu saat kampus akan menjadi pabrik pembuat pengangguran intelektual,” ungkap Bahlil dalam pidatonya.

Untuk mengatasi angga pengangguran di Indonesia, salah satu langkah yang dilakukan pemerintah adalah dengan mendorong hilirisasi industri, utamanya pada sektor energi dan sumber daya alam.

Perlu diketahui, hilirisasi meliputi pengolahan bahan mentah menjadi produk bernilai tambah. Langkah ini menjadi strategi utama guna menciptakan lapangan kerja pada berbagai sektor. Diantaranya sektor minerba, migas, perikanan, pertanian, juga sektor kehutanan.

Lebih lanjut, Bahlil mengatakan jika kekayaan alam harus dapat dikelola sebaik-baiknya oleh negara, untuk memastikan kesejahteraan masyarakat Indonesia yang sesuai dengan amanat UUD 1945.

Sebelumnya, Wakil Presiden RI (Wapres RI) Gibran Rakabuming Raka juga menyebut potensi hilirisasi kemenyan. Dalam pernyataannya, Gibran menyebut jika kemenyan sama berharganya dengan nikel. Oleh karenanya, ia mendorong hilirisasi selain nikel, agar Indonesia tidak terus-menerus menjual bahan mentah.